
Kendari, HarapanSultra.COM | – Pementasan opera yang mengangkat karya A.A. Navis oleh Komunitas Andakara hasil kolaborasi peran Gandagong Teater dan Arunakara Teater digelar dalam rangka merayakan 100 tahun kelahiran sang maestro, sebagai bagian dari perayaan Bulan Bahasa 2024. (Selasa, 15/10/2024)
Pementasan ini berlangsung di Aula Perpustakaan Modern Kota Kendari pada pukul 10.00 WIB. Opera ini mengangkat tema “Robohnya Surau Kami” yang menggambarkan konflik antara tradisi dan modernitas di masyarakat Minangkabau. Cerita ini berfokus pada kehampaan spiritual ketika surau, simbol kebersamaan, roboh. Melalui tokoh-tokohnya, Navis mengeksplorasi isu identitas, perubahan nilai, dan ketegangan generasi muda dengan tradisi, menggunakan gaya puitis yang mendalam.

Gandagong dan Arunakara telah berkolaborasi untuk menghadirkan pertunjukkan yang memukau ini dengan melibatkan komunitas dan mahasiswa sebagai pelaku seni. “Untuk pementasan ini kita hanya diberi waktu 2 bulan dari yang sebenarnya itu jauh dari kata cukup, dan sudah kita upayakan dengan maksimal. Garapan teater biasanya itu enam bulan dan ini hanya dua bulan makanya menjadi sesuatu tantangan untuk kami semua yang ikut terlibat. Saya pribadi insya allah senang dengan proses-proses pengkaryaan, dan masih ingin lama dan juga ingin terus membuat karya-karya yang lain.” Ujar Topan Megabayu yang menyutradarai Pementasan Opera ini.


“Singkatnya tokoh yang dicertikan Robohnya Surau Kami adalah tokoh yang hanya mengingat Habluminallah dan melupakan Habluminannas, kira-kira garis besarnya seperti itu. Yang dimana disinggung dalam opera itu sendiri seperti sholat dan mengaji tetapi ia lupa kalau dirinya itu orang sosial” Tambah Topan Megabayu.
Dalam pementasan ini, diharapkan penonton dapat merasakan gemuruh karya A.A Navis dan memahami relevansinya dalam konteks seni pertunjukkan masa kini, mengingat pentingnya karya sastra dalam budaya kita.(Nasywarani D)







