oleh

Man Arfa Lakukan Sidak,Antisipasi Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok di Bombana Menjelang Idul Fitri

-Harapan-1363views

Bombana,HarapanSultra,COM / Masyarakat Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok yang signifikan di berbagai pasar lokal. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga, terutama karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan dan mendekati hari raya Idul Fitri.

Sekretaris Daerah Bombana, Man Arfa, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada Sabtu, 16 Maret 2024, di Pasar Tadoha Mapaccing untuk memantau ketersediaan stok dan harga kebutuhan pokok. Hasil Sidak menunjukkan adanya kenaikan harga pada sejumlah item penting. Beras naik dari Rp. 780.000 menjadi Rp. 800.000 per sak, telur dari Rp. 50.000 menjadi Rp. 65.000 per kilogram, tomat dari Rp. 5.000 menjadi Rp. 14.000 per kilogram, gula merah dari Rp. 10.000 menjadi Rp. 22.000 per biji, dan cabe besar dari Rp. 20.000 menjadi Rp. 45.000 per kilogram. Sementara itu, harga minyak goreng merek Sedap naik dari Rp. 16.000 menjadi Rp. 18.000 per liter.

“Namun, terdapat penurunan harga pada daging ayam, dari Rp. 36.000 menjadi Rp. 30.000 per kilogram. Beberapa bahan pokok lain seperti bawang merah dan bawang putih tetap stabil di harga Rp. 40.000 per kilogram, dan cabe keriting di Rp. 50.000.” Ujar Man Arfa.

Pemerintah Kabupaten Bombana berupaya untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, terutama menjelang Idul Fitri, agar tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Kami terus melakukan upaya untuk memastikan harga kebutuhan pokok dapat stabil,” ujar Man Arfa, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menghadapi situasi ini.

Pemerintah Kabupaten Bombana telah mengambil beberapa langkah konkret untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, di antaranya:

  1. Pemantauan Pasar dan Harga: Pemerintah melakukan pemantauan pasar dan harga secara real time melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang dikelola oleh Kementerian Perdagangan1.
  2. Optimalisasi Gerai Maritim: Pemerintah melakukan optimalisasi pemanfaatan Gerai Maritim dengan memanfaatkan tol laut, jembatan udara, serta subsidi angkutan darat untuk menekan disparitas harga yang ada di wilayah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (3TP)
  3. Kebijakan Impor: Pemerintah melakukan pengendalian harga melalui kebijakan impor berdasarkan hitungan kebutuhan bahan pokok guna meredam harga yang bergejolak
  4. Gerakan Pangan Murah Keliling (GAUL): Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Dinas Ketahanan Pangan menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah Keliling (GAUL) Komoditas Pangan Pokok
  5. Kios Pengendalian Inflasi (KOPI): Pemerintah Kabupaten Bombana mencetuskan program kios penanganan inflasi (KOPI) Bombana

Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berupaya untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA