Kendari, Harapan Sultra .COM | Pria kelahiran 1993 yang juga Mantan Ketua Senat Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Aliyadin Koteo, S, Pd.I optimis dapat satu kursi di wilayah pemilihan Konsel II, meliputi Kecamatan Basala, Benua, Angata, Mowila, Sabulakoa, Landono, Ranomeeto Barat, dan Ranomeeto.

Bukan hal mustahil menurutnya, meski baru dalam dunia politik, tapi jurnalis Sultra ini maju karena didorong oleh keinginan luhur, keluarga, dan masyarakat Konsel.

Sehingga baginya, memperoleh satu kursi bukanlah hal yang sulit. Selama ini, Rumah Bakti dan Rumpun Yatim Piatu Menginspirasi (RYPM) Sultra yang didirikannya sejak ia menjadi yatim dan menyelesaikan studi S1 nya seorang diri sudah cukup menyalurkan investasi sosialnya di masyarakat, melalui dua wadah itu, ditambah lagi profesinya sebagai seorang jurnaslis, anak terakhir dari lima bersaudara ini telah banyak mengawal dan mewakafkan diri untuk kepentingan banyak orang.

Sebab itu, memilih mengabdi di jalur legislatif adalah pilhan lanjutan untuk terus mengawal dan mengabdikan diri untuk Konsel lebih baik.

“Insha Allah, Bismillah, apapun hasilnya nanti itu menjadi urusan Tuhan, yang jelas hari ini nawaitu kita harus tulus semata untuk kepentingan Sosial, selanjutnya diteruskan dengan ikhtiar,” katanya saat ditemui, Rabu (18/718).

Soal Visi, Pria kelahiran Desa Kosebo, Kec Angata ini lebih fokus pada pendidikan, dan peningkatan ekonomi kerakyatan, selebihnya mengawal perubahan dan pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menjadi prioritasnya adalah pendidikan. Dirinya ingin memotifasi dan memfasilitasi masyarakat menengah kebawah tetap dapat menyekolahkan putra-putri mereka meski dengan keterbatasan ekonomi.

Hal itu seiring dengan pengalamannya yang harus tinggal di Masjid dan meubel kayu selama kuliah, ditambah dengan statusnya yang yatim dan harus menanggung kuliahnya seorang diri beberapa tahun silam.

“Itulah yang melatar belakangi terbentuknya Rumpun Yatim Piatu Menginspirasi, karena saya tau bahwa pendidikan itu penting, tidak peduli mau yatim mau piatu asal ada kemauan untuk sekolah pasti tuhan beri jalan, karena itulah kami berinsiatif bentuk RYPM untuk terus menginspirasi masyarakat agar tetap peduli terhadap pendidikan, soal uangnya dari mana, jangankan saya terpilih, status kami yang apa adanya saja kami mau melakukan apapun asal dapat menjembatani niat sekolah masyarakat yang butuh bantuan, apalagi ada dua dua organisasi yang kami komandoi langsung, dan alhamdulillah berkat itu juga kami punya beberapa desa binaan,” urainya.

Tidak hanya itu, pihaknya ingin rumah singgah bagi pasien yang hendak berobat di Kendari dapat di buat permanen. Meski harus menggunakan gajinya nanti. Disamping itu pihaknya juga ingin agar lansia dapat dijamin hak hidupnya.

“Selain yatim dan piatu/Fakir miskin dan Lansia sangat penting untuk diperhatikan, mininal tidak kehadiran wakil rakyat harus mampu menjawab hak hidup mereka, karena itu di jamin oleh undang-undang bahwa mereka akan dipelihara oleh negara,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Aliyadin Koteo maju lewat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan nomor urut lima, bagi Aliyadin nomor urut lima adalah angka keberuntungan yang sesuai dengan angka kelahirannya, yakni anak kelima, disamping itu sesuai dengan jangka waktu pengabdian Anggota DPRD. (R)