oleh

Pasien Diduga Suspect Corona Bantah Lari, Kesiapan RSUD Bombana Dipertanyakan !

HarapanSultra.COM, Bombana | Pasien terduga suspect corona warga Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara karena mengalami gejala mirip pengidap wabah mematikan itu dan memiliki riwayat perjalanan di Pulau Bali dua pekan lalu yang sebelumnya diberitakan oleh sejumlah media Kabur dari Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bombana membantah tudingan yang dialamatkan padanya.

Menurutnya, ia pulang meninggalkan RSUD Bombana karena perawat yang mengarahkan dirinya menunggu di Ruang Isolasi tidak kunjung datang dan ia menunggu sangat lama diruangan yang menurutnya berbau dan pengab.

“Karena terlalu lama menunggu dan tidak ada tindakan apa apa saya pamit pulang, jadi tidak benar saya lari karena yang namanya melarikan diri itu tanpa pamit, pertimbangannya ada anak dirumah,” Sebutnya

Ia juga meminta agar pemberitaan yang menyebutkan dirinya lari agar diluruskan karena ia juga memahami dan merasa perlu memastikan apakah gejala yang dialaminya itu adalah corona virus atau hanya merupakan deman biasa.

” Kalau ada cctv nya (RSUD) bagus dilihat apakah saya lari atau tidak, saya pulang karena lama sekali saya menunggu dan saya pamit,” bebernya.

Sebelumnya drg. Riswanto, Direktur RSUD Bombana menyebutkan salah satu pasien terduga suspect corona yang telah dimasukkan diruang isolasi memilih pulang meninggalkan RSUD, Selasa (17/3/2020) kemarin.

Saat itu Pihaknya tengah mempersiapkan Alat perlindungan Diri (APD) untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien terduga corona.

“Iya memang ada, jadi posisinya pasien sekarang sementara di observasi di rumahnya oleh petugas kesehatan, pasiennya sementara dikontrol, tapi kami sudah lakukan pemantauan,” Tutur Riswato sebagaimana dilansir Detiksultra.com.

Ansar Achmad, Ketua Divisi Investigasi LSM Perisai Bombana mempertanyakan kesiapan RSUD Bombana melayani pasien terduga corona, menurutnya jika benar pasien tersebut sudah dicurigai mengidap Virus mematikan itu, seharusnya tidak dilakukan pembiaran hingga pasien pulang kerumah sehingga dikhawatirkan dapat menjangkiti orang lain.

“Semoga saja pasien itu tidak benar terjangkit corona, karena kalau itu benar maka apa yang dilakukan RSUD Bombana ini sangat fatal sekali karena pasien itu dapat membahayakan orang lain yang berinteraksi dengannya,” Singkatnya (AD)

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA