KENDARI, Harapansultra.Com – Dalam Rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ke-55, Pemerintah Daerah Kabupaten Muna ikut ambil bagian dalam Expo di kegiatan tersebut Rabu 24 April 2019.

Hal itu daerah yang di pimpin Bupati Muna LM Rusman Emba ST memamerkan produk-produk unggulan lokal daerah muna selain tenunan, anyaman dan kerajian limbah kayu jati, terdapat juga hasil pertanian, yang meliputi beras lokal, mete dan minyak goreng berbahan dasar kelapa.

Penyuluh Pertanian DTPHP Muna Bambang Wihardi mengatakan pada saat ditemui oleh media harapansultra.com di pameran Halo Sultra malam Rabu 24 April 2019 mengatakan bawah, beras lokal Muna terdiri atas tiga jenis. Beras merah, putih dan ketan. Ketiga beras tersebut kadar gulanya lebih rendah, sehingga sangat aman dikonsumsi bagi penderita penyakit diabetes, selain kadar gula rendah, rasanya juga enak,” katanya.

” Untuk itu beras lokal merupakan padi ladang tanpa diberi pupuk kimia. Musim tanamnya setahun sekali, dengan mengandalkan air hujan, benihnya turun temurun dari para petuah-petuah,” ucapnya.

Hal ini, agar beras lokal Muna bisa dipasarkan bebas dibutuhkan sertivikasi sekitar kurang lebih Rp100 juta. Makanya, saat ini, pihaknya tengah mengusulkan pada Pemkab Muna, kalau sudah tersertivikasi bisa dijual bebas. Saat ini penjualanya baru seputar lokalan,” ungkapnya.

” Untuk diketahui kegiatan itu dari tanggal 23 sampai 27 April semua produk-produk yang dipamerkan kabupaten Muna menjadi pusat perhatian para pengunjung. Sama halnya tenunan, beras lokal pun menjadi produk terlaris yang diborong para pengunjung,” pungkasnya.

Laporan : Borju.