
Bombana, sultranet.com – Rapat IV Majelis Sinode Gereja Protestan Sulawesi Tenggara (Gepsultra) digelar di Gereja Tondowatu Kasipute, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, menghadirkan berbagai elemen masyarakat dan tokoh keagamaan dalam upaya menyinergikan peran gereja dan pemerintah demi mendorong pembangunan inklusif dan kerukunan umat. Forum penting ini dihadiri oleh Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si., bersama Ketua DPRD, Forkopimda, Pejabat Eselon II, serta sejumlah pimpinan gereja dan tokoh agama. Acara yang mengusung tema “Aku Adalah Yang Awal dan Yang Akhir” ini ditutup dengan penyerahan bantuan tunai sebesar Rp150 juta guna mendukung pembangunan Gereja Jemaat Tondowatu Kasipute. (8/1)
Rapat tersebut menjadi momentum strategis yang menyatukan visi dan misi seluruh pihak terkait guna memperkokoh NKRI yang demokratis, adil, dan sejahtera. Dalam forum yang berlangsung khidmat ini, para peserta membahas agenda penting dengan sub tema “Bersama Seluruh Warga Gepsultra Memperkokoh NKRI Yang Demokratis, Adil dan Sejahtera Bagi Semua Ciptaan Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.” Diskusi intensif dilakukan untuk mencari solusi atas tantangan era globalisasi serta meningkatkan pelayanan gereja dalam pemberdayaan masyarakat.
Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si., menyatakan bahwa kehadiran gereja selama ini telah memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga kerukunan umat beragama dan mendukung pembangunan sosial-ekonomi di daerah. Menurut beliau, pembangunan daerah adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan pemerintah, lembaga keagamaan, dan seluruh masyarakat. “Peran gereja sebagai mitra strategis telah membawa dampak positif dalam berbagai program sosial dan ekonomi yang mengangkat kualitas hidup masyarakat Bombana,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Acara rapat juga diwarnai dengan penyerahan bantuan tunai senilai Rp150 juta dari Pemerintah Kabupaten Bombana untuk pembangunan fasilitas ibadah di Gereja Jemaat Tondowatu Kasipute. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat infrastruktur keagamaan sekaligus mendukung program-program sosial keagamaan yang telah berjalan. Penyerahan bantuan ini menjadi simbol nyata komitmen pemerintah dalam mempererat hubungan dengan komunitas gereja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan lintas sektoral.
Selain itu, forum ini membahas pula strategi pemberdayaan umat melalui peningkatan pelayanan gereja yang berorientasi pada kesejahteraan sosial. Berbagai program, seperti pendidikan, kesehatan, dan kegiatan kemasyarakatan, dipaparkan sebagai inisiatif yang telah membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Peserta rapat sepakat bahwa sinergi antara pemerintah dan gereja merupakan kunci untuk menciptakan pembangunan yang tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga memprioritaskan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan persatuan.

Pj. Bupati menambahkan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki masyarakat Bombana merupakan kekayaan yang harus dijaga. “Kita harus memanfaatkan keberagaman ini sebagai modal untuk membangun daerah yang harmonis dan inklusif,” tegasnya. Diskusi mendalam dalam rapat ini mengungkapkan bahwa pendekatan lintas sektoral akan memfasilitasi terciptanya dialog konstruktif antara pemerintah dan lembaga keagamaan, sehingga dapat menghasilkan kebijakan pembangunan yang lebih humanis dan berkelanjutan.
“Saya yakin bahwa forum ini akan membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Bombana, terutama dalam memperkuat nilai-nilai toleransi dan persatuan,” ujar Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si.
“Sinergi antara gereja dan pemerintah merupakan kunci untuk menciptakan pembangunan yang tidak hanya mengutamakan aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan spiritual dan sosial masyarakat,” tambahnya.
Ekor Berita: Dengan berakhirnya rapat IV Majelis Sinode Gepsultra, terbentuk komitmen bersama yang menandai langkah awal menuju pembangunan yang lebih inklusif dan harmonis. Kerja sama yang erat antara seluruh elemen masyarakat diharapkan menjadi pendorong utama bagi terwujudnya Kabupaten Bombana yang demokratis, adil, dan sejahtera. Forum ini memperkuat tekad untuk mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan persatuan dalam setiap aspek kehidupan, sekaligus memberikan fondasi yang kuat bagi pembangunan berkelanjutan di era globalisasi.









