oleh

PT. CNI Diduga Kriminalisasi Ketua Badko HMI, LKBHMI Minta Polda Sultra Bentuk Tim Investigasi

Kendari, HarapanSultra.COM | Nilai ada kejanggalan terkait Laporan PT. Ceria Nugraha Indotama (CNI) melalui Kuasanya Beny Siswanto yang melaporkan Ketua Badko HMI Sulawesi Tenggara. Candra Arga ke Kepolisian Resort (POLRES) Kolaka, Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) Cabang Kendari Meminta Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid.Propam) Polda Sultra untuk segera membentuk Tim Inverstigasi terkait persoalan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Fajar Nur Yusuf selaku PJ. Direktur Eksekutif LKBHMI Cabang Kendari kepada awak Media HarapanSultra.COM usai memasukkan permintaan dimaksud ke Polda Sultra, Rabu (22/8/2019).

“Kami harap Polda Sultra membentuk Tim Investigasi terkait pelaporan tersebut, karena kami menilai ini sebagai bentuk Kriminalisasi dan dalam proses penanganan masalah ini kami anggap tidak memenuhi unsur-unsur hukum apa lagi yang disangkakan adalah UUD ITE sementara ungkapan atau kritikan yang di tuangkan oleh Ketua Umum Badko HMI Sultra melalui Media Online yang berbadan hukum,”¬† Kata Fajar Nur Yusuf.

Lanjut Fajar, Pada prinsipnya ia menilai bahwa proses hukum yang berjalan kepada Candra Arga, tidak memenuhi unsur-unsur hukum sebagaimana yang dimaksud dalam KUHP dan UU ITE, Menyerang Kehormatan dan Nama Baik seseorang.

“Karna jelas dalam komentar itu Ketua Badko HMI Sultra hanya meminta komitmen PT. CNI, dimana sudah menjadi hak masyarakat dan mitra kritis dalam mengontrol kebijakan yang sifatnya tidak berpihak sifatnya kepada masyarakat,” Bebernya.

Untuk itu tambah Fajar, LKBHMI dalam waktu dekat ini bakal kembali menyambangi Polda Sultra untuk menindaklanjuti laporan yang telah dimasukkan itu.

“Dalam waktu dekat kami akan kembali menyambangi Polda Sultra untuk menindaklanjuti laporan yang telah kami masukin minggu ini,” Tutupnya.

Sebagaimana diketahui Candra Arga dilaporkan terkait komentar disalah satu Media yang meminta komitmen PT. CNI. Perusahaan pertambangan yang beroperasi di Blok Lapao Pao, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara dimana Tahun 2012 lalu sebagai syarat lelang blok lapao-pao perusahaan itu menjanjikan Pembangunan Fasilitas Kesehatan (Rumah Sakit), Saham Pemda 17,8% dan CSR untuk kesejahteraan masyarakat. Dalam komentarnya itu menyebut bahwa komitmen itu tidak satupun dipenuhi oleh PT.CNI.

Hingga berita ini dirilis Pihak Perusahaan belum terkonfirmasi. (Muhammad Sarfin)

 

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA