oleh

PT. PLM Ungkap Alasan Tak Temui Mahasiswa saat di Demo

Bombana, Harapan Sultra.COM | Aksi blokade jalan masuk perusahaan PT Panca Logam Makmur (PLM) yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa Wumbubangka, yang tergabunga dalam Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Wumbubangka (Himppewa) pada Pekan lalu mendapat perhatian dari pihak perusahaan.

Aksi yang dipicu oleh kebijakan jam lintas yang diberlakukan oleh perusahaan PT PLM pada pintu masuk perusahaan yang dinilai sejumlah warga dan mahasiswa merugikan masyarakat setempat.

Selain memprotes kebijakan jam lintas, para demonstran juga menuntut janji perusahaan terkait rencana koperasi yang akan dikelola oleh HIMPPEWA, menuntut Pemerintah Desa Wumbubangka terkait penggunaan jalan oleh pihak perusahaan, serta mendesak agar mengevaluasi aturan terkait pemberian beasiswa yang dianggap tidak maksimal.

Menanggapi hal itu, Humas PT Panca Logam, Wandi mengungkapkan bahwa, dalam hal penggunaan jalan Desa,  PT. PLM tidak pernah melakukan jalan houling produksi dan hanya dilalui oleh karyawan dalam beraktifitas sehari-hari.

Bahkan, pihak perusahaan telah melakukan penimbunan pada jalan Desa tersebut sejauh 11 KM dari simpang Tembe-Wumbubangka pada Tahun 2011 lalu.

“Kami bahkan berkomitmen dengan Pemerintah Desa dalam kurun masa pemeliharaan untuk melakukan perawatan jalan setidaknya 2 kali dalam setahun, dan itu rutin kita lakukan,” ungkap Wandi

Sementara terkait aturan kebijakan pemberlakuan jam lintas gerbang yang diberlakukan PT PLM pada pintu masuk perusahaan dinilai bukan hal yang menentang aturan.

Pasalnya, kebijakan tersebut diberlakukan berdasarkan aturan UU No. 3 tahun 2020 tentang pertambangan mineral batu bara dan Kepmen ESDM No 1827 Tahun 2018.

Selain itu, Wandi juga menegaskan bahwa pihak perusahaan tidak pernah menjanjikan pengelolaan koperasi kepada mahasiswa.

“Yang ada kami memberikan bantuan kemasyarakatan dalam bentuk pemberdayaan, serta mengaktifkan kembali koperasi dan membantu pengurusan Ijin Usaha Pertambangan (IUJP) yang dibiayai oleh perusahaan dengan harapan mahasiswa dapat bergabung dalm keanggotaan ketika koperasi sudah berjalan dan mendapatkan izin,” jelasnya.

Lanjut dia, soal pemberian beasiswa kepada mahasiswa Wumbwubangka yang diberikan oleh pihak perusahaan merupakan bentuk kepedulian dari perusahaan pada bidang pendidikan, yang besaranya menyesuaikan dengan hasil produksi dari perusahaan saat ini.

“Hadirnya perusahaan di wilayah ini tidak hanya melakukan produksi saja. Namun, juga terus berusaha untuk memberikan kontribusi yang nyata pada masyarakat setempat termasuk dalam bidang pendidikan,” terangnya.

Pihaknya juga meyampaikan bahwa alasan perusahaan untuk tidak menemui sejumlah warga dan mahasiswa  pada saat melakukan aksi demo pekan lalu, disebabkan tidak adanya penerapan Protokol Kesehatan (Prokes), serta melanggar penerapan PPKM level III yang saat ini diterapkan pemerintah.

Pewarta : Muh. Adnan 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA