
Harapansultra.com, Buton Utara – Anggota DPRD Kabupaten Buton Utara (Butur) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan II, Rustamin, merespons cepat keluhan masyarakat terkait kondisi permukiman warga di Desa Laeya, Kecamatan Wakorumba Utara, yang terdampak abrasi air laut. Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap aspirasi konstituen, Rustamin menyatakan telah mengagendakan peninjauan langsung ke lokasi abrasi tersebut dalam waktu dekat.
Langkah ini dilakukan setelah Rustamin menerima laporan dari masyarakat setempat mengenai semakin parahnya abrasi di kawasan pesisir Desa Laeya. Abrasi tersebut telah menggerus bibir pantai dan mengancam permukiman warga yang berada tepat di sepanjang garis pantai. Kondisi ini diperparah dengan masuknya musim barat yang ditandai dengan angin kencang serta gelombang laut tinggi.
Rustamin mengatakan, aduan masyarakat menjadi perhatian serius pihaknya karena menyangkut keselamatan warga dan keberlangsungan permukiman pesisir. Menurutnya, wilayah pesisir Desa Laeya memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap abrasi, terutama saat musim barat dan kondisi air laut pasang.
“Kami menerima pengaduan dari masyarakat Desa Laeya terkait abrasi yang semakin mengkhawatirkan. Permukiman warga yang berada di bibir pantai saat ini dalam kondisi memprihatinkan, apalagi memasuki musim barat dengan angin dan gelombang laut yang cukup kuat,” ujar Rustamin, Senin (12/01/2026).
Sebagai wakil rakyat dari Dapil II Butur, Rustamin menegaskan bahwa dirinya berkewajiban menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat. Oleh karena itu, ia telah menjadwalkan peninjauan lapangan guna melihat secara langsung kondisi permukiman warga serta dampak abrasi yang terjadi.

“Peninjauan ini penting agar kita memiliki gambaran yang jelas di lapangan. Dengan melihat langsung kondisi masyarakat, kita bisa mendorong langkah penanganan yang tepat dan terukur,” jelasnya.
Selain peninjauan lapangan, Rustamin juga menyampaikan rencana untuk berkoordinasi dengan instansi teknis terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buton Utara. Koordinasi tersebut dinilai penting guna membahas langkah-langkah penanganan abrasi, termasuk kemungkinan pembangunan talud pantai sebagai solusi jangka menengah dan panjang.
Menurut Rustamin, pembangunan talud pantai di sekitar permukiman warga Desa Laeya merupakan kebutuhan mendesak. Tanpa adanya perlindungan pantai yang memadai, abrasi dipastikan akan terus menggerus daratan dan mengancam rumah-rumah warga.
“Ini perlu penanganan serius dan cepat. Jika tidak ada upaya nyata, abrasi akan terus mengancam keselamatan warga. Karena itu, pembangunan talud pantai harus menjadi perhatian bersama dan diupayakan agar bisa segera dianggarkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, upaya penanganan abrasi tidak hanya soal pembangunan fisik semata, tetapi juga bagian dari perlindungan sosial dan kemanusiaan. Warga pesisir, kata Rustamin, berhak mendapatkan rasa aman dan kepastian atas tempat tinggal mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Rustamin juga mengimbau masyarakat Desa Laeya, khususnya yang tinggal di sekitar pantai, agar tetap waspada terhadap potensi bahaya selama musim barat berlangsung. Ia mengingatkan adanya risiko pohon kelapa dan vegetasi pantai yang dapat tumbang sewaktu-waktu akibat abrasi dan kondisi tanah yang labil.
“Saya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, terutama saat cuaca ekstrem. Keselamatan warga adalah yang utama, sambil kita terus mendorong solusi jangka panjang dari pemerintah daerah,” katanya.
Rustamin menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat Desa Laeya hingga mendapatkan perhatian dan tindak lanjut yang konkret dari pemerintah daerah. Ia berharap, dengan adanya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat, penanganan abrasi di Desa Laeya dapat segera direalisasikan secara bertahap dan berkelanjutan.
Masyarakat Desa Laeya pun menyambut baik langkah dan perhatian yang ditunjukkan oleh Rustamin. Mereka berharap agenda peninjauan yang telah dijadwalkan dapat menjadi pintu masuk bagi solusi nyata dalam melindungi permukiman warga dari ancaman abrasi yang terus terjadi dari tahun ke tahun. (Adv)
Reporter: Eghy Labuan







