Bombana,HarapanSultra,COM / – Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, sekali lagi mencatatkan sejarah dalam dunia olahraga. Tiga atlet difabel asal daerah ini dipilih untuk mewakili Bombana di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII, yang berlangsung di Solo Raya dari 6 hingga 13 Oktober 2024. Ketiga atlet tersebut—Sukri di cabang atletik, serta Zakaria dan Arsyad Pekko di cabang tenis meja—bukan hanya membawa harapan, tetapi juga menjadi simbol keberanian dan semangat pantang menyerah bagi seluruh masyarakat Bombana.

Bagi Ketua National Paralympic Committee (NPC) Bombana, Achmad Said Effendy, S.T., M.M., keterpilihan atlet-atlet ini adalah hasil dari perjuangan panjang yang penuh dedikasi. “Peparnas ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga bagi para difabel, tetapi menjadi panggung yang membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berprestasi,” ungkap Achmad Said dengan nada bangga.Selasa (08/10/2024).Sukri, Zakaria, dan Arsyad Pekko, lanjutnya, telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa sejak masa persiapan hingga saat ini, dan mereka menjadi representasi nyata dari semangat inklusi di dunia olahraga.

Namun, di balik kebanggaan ini, tersimpan kisah yang lebih dalam. Proses menuju Peparnas bukanlah perjalanan yang mudah. Bagi ketiga atlet ini, perjuangan dimulai jauh sebelum mereka resmi terpilih. Seleksi ketat dan latihan intensif selama berbulan-bulan mereka jalani di bawah bimbingan NPC Bombana. “Kami selalu memberikan dukungan penuh, baik moril maupun materil, kepada para atlet ini. Bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan mereka, tetapi juga membangun rasa percaya diri bahwa mereka bisa bersaing di level nasional,” tambah Achmad Said

Kabid Anggaran BKD Bombana ini juga menyoroti pentingnya Peparnas sebagai simbol perlawanan terhadap stigma yang selama ini melekat pada penyandang disabilitas. Menurutnya, keikutsertaan para atlet difabel di ajang sebesar Peparnas adalah bukti nyata bahwa dunia olahraga semakin inklusif dan terbuka bagi semua kalangan. “Ini bukan sekadar tentang kemenangan atau medali. Ini tentang bagaimana kita menghargai setiap usaha dan bagaimana kita memberikan ruang bagi semua orang untuk berprestasi, tanpa memandang keterbatasan fisik,” tuturnya penuh semangat.

Semangat tersebut tercermin jelas dalam pesan yang ia sampaikan kepada ketiga atlet Bombana. Achmad Said berpesan agar mereka tetap menjunjung tinggi sportivitas dan terus berjuang dengan keyakinan penuh. “Kemenangan sejati bukan hanya soal berapa medali yang dibawa pulang. Kemenangan adalah ketika kita bisa menunjukkan sikap sportif, pantang menyerah, dan membawa nama baik daerah kita dengan cara yang benar,” tegasnya.

Sukri ( baju kuning ) Salah satu atlet Parallimpik asal Kecamatan Poleang Barat
Sukri ( baju kuning ) Salah satu atlet Parallimpik asal Kecamatan Poleang Barat

Perjuangan para atlet ini pun tidak terlepas dari dukungan luas berbagai pihak. Achmad Said mengapresiasi Pj. Bupati Bombana, Edy Suharmanto, dan Sekda Bombana, Man Arfa, yang terus memberikan dukungan moril dan materiil untuk kelancaran persiapan para atlet. Selain itu, peran pelatih, official, dan seluruh pengurus NPC Bombana juga menjadi faktor kunci dalam keberhasilan mereka. “Mereka semua telah berjuang bersama-sama untuk kemajuan olahraga di Bombana. Apa yang kita capai hari ini adalah hasil kerja keras kita semua,” tutup Achmad dengan penuh haru.

Harapan kini tertuju pada Sukri, Zakaria, dan Arsyad Pekko. Di tengah riuh rendah persaingan di Peparnas XVII, ketiga atlet ini membawa kebanggaan dan doa dari seluruh masyarakat Bombana. Mereka bukan hanya bertanding untuk medali, tetapi juga untuk membuktikan bahwa semangat manusia mampu melampaui batasan apapun.

Peparnas XVII, bagi mereka, bukan hanya sekadar ajang untuk berkompetisi—ini adalah panggung bagi mereka untuk menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak dapat membatasi impian dan semangat mereka untuk membawa nama Kabupaten Bombana semakin berkibar di kancah nasional.