oleh

Target Tingkatkan PAD, Dua Kades di Busel Dorong Penguatan Bumdes

Batauga, HarapanSultra.COM | Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) Dua Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Buton Selatan melakukan inovasi dengan melakukan penguatanĀ  Badan Usaha Desa (Bumdes) di desa masing masing.

Kedua Kepala Desa tersebut adalah Kepala Desa Burangasi Kecamatan Lapandewa danĀ  Desa Lampanairi Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kepala Desa Burangasi Kecamatan Lapandewa Kabupaten Buton Selatan, La Hamiru melakukan upaya pengembangan Badan Usaha Desa Burangasi dengan membangun Gedung Bumdes ukuran 9×8 meter persegi dengan anggaran sebesar 594.231.000 rupiah.

Saat ditemui disela sela pelaksanaan kegiatan Pekerjaan Gedung Bumdes, Sabtu (13 Juni 2020) La Hamiru mengungkapkan bahwa dana pembangunan Gedung Bumdes Cahaya Wangkaboro itu bersumber dari Dana Desa yang dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan belanja Desa Tahun Anggaran 2020.

“Pembangunan gedung Bumdes ini bertujuan untuk menunjang pengurus Bumdes dalam pengelolaan Usaha agar dapat memberikan kontribusi berupa Pendapatan asli Desa (PAD) dalam rangka mendorong peningkatak kesejahteraan masyarakat Desa Burangasi,” Ujar Kepala Desa dua periode ini.

Sementara itu Kepala Desa Lampanairi, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Laode Syarifuddin juga tidak mau ketinggalan dalam upaya mengenjot pengembangan Usaha Bumdes di wilayah Pemerintahanya dengan mengadakan mesin Tepung Tapioka dengan kapasitas 500 kilo gram per jam dengan harga 240 juta rupiah yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2020.

” Jika Pemerintah Desa Burangasi tengah menggenjot Pengembangan Bumdesnya, pemerintah Desa Lampanairi juga telah mengadakan mesin Tepung Tapioka dengan kapasitas 500 Kilo gram per jam,” Ungkapnya

Laode Syarifuddin menambahkan mesin tersebut direncanakan akan dioperasikan pada tahun 2020 dan untuk memenuhi bahan baku yang dibutuhkan, pihaknya akan mengajak beberapa desa di Buton Selatan untuk bekerja sama dalam penyediaan bahan baku berupa ubi kayu.

“Dan jika memungkinkan nantinya kerjasama akan di kemas secara formal agar semua pihak dapat mengikatkan diri dalam wadah Lembaga kerja sama antar Desa,”Pungkasnya

Pewarta : Abady Makmur

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA