oleh

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bombana Berpartisipasi dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah

-ADS-133views

Bombana,HarapanSultra, COM / Pada Senin, 15 Januari 2024, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bombana aktif mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah melalui Zoom Meeting. Rakor ini diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri dan dihadiri oleh berbagai daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Pengendalian Inflasi dan Penurunan Harga Komoditas

  • Pada minggu ini, Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Kabupaten Bombana mengalami penurunan menjadi -0,259. Beberapa komoditas yang menyumbang penurunan harga adalah cabe rawit, cabe merah, dan beras.
  • Di Sulawesi Tenggara, Kabupaten Muna Barat memiliki penyumbang IPH tertinggi sebesar 3,94%.
  • Harga bawang merah secara nasional naik 16,04%, sementara harga cabe merah turun 0,20%.

Strategi Pengendalian Inflasi

  • TPID mengantisipasi fluktuasi harga dengan memperhatikan produksi bawang merah. Produksi bawang merah di Pulau Jawa diprediksi melimpah pada Januari-Februari 2024 karena penanaman serentak di bulan November-Desember 2023.
  • Meskipun demikian, TPID memperkirakan penurunan produksi pada bulan Maret-April 2024 menjelang bulan puasa dan lebaran. Percepatan tanam di awal tahun 2024 menjadi langkah antisipatif.
  • TPID juga mengarahkan Dinas Perindagkop untuk segera meluncurkan kios inflasi sebagai bagian dari upaya penanggulangan inflasi.
  • Selain itu, TPID memastikan ketersediaan stok dan kebutuhan pangan serta melakukan tindak lanjut terkait Bantuan Tidak Terduga (BTT).

Komitmen TPID Tim Pengendali Inflasi Daerah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan mengoptimalkan upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Bombana. Dengan kerjasama semua pihak, diharapkan inflasi dapat dikelola dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA