Rumbia, Harapan Sultra.COM | Perselisihan orang tua murid Di SDN 8 Kasipute belum mendapatkan titik solusi. Sejak adanya ketersinggungan kelima belas (15) guru terhadap tindakan kepala sekolah dalam kegiatan Persami (Pramuka Sabtu-Minggu) pada 16 September 2018 dihalaman Sekolah.

Perselisahan yang berawal dari pemulangan peserta pramuka (Persami) oleh pembina yang merupakan salah satu guru Di Sekolah Dasar Negeri 8 Kasipute yang menyinggung perasaan Kepala Sekolah hingga sentak melahirkan ketegangan karena langsung mengeluarkan bahasa yang tidak mendidik kepada guru-guru dihadapan para muridnya.

“Karena kondisi siswa yang sudah lelah dan capek dari baksos dan kegiatan pramuka lainnya, maka salah satu senior pembina yang merupakan guru kelas memulangkan anak-anak. Akibatnya guru tersebut dicaci dengan bahasa yang tidak mendidik didepan murid-muridnya,” ucap salah satu guru yang enggan disebutkan namanya saat ditemui diruang kerjanya.

Tindakan arogan Hj. Rosmiyati. M, S.Pd. M.Si, Sebagai Kepala Sekolah pun tidak berhenti disitu, bahkan ia berani mengeluarkan guru yang tengah mengajar dikelas dan melarang murid-murid mengikuti pelajaran yang sementara berlangsung.

“Saya sementara mengajar dikelas, tiba-tiba dia (Kepala sekolah) datang menyuruhku keluar dan melarang saya mengajar,” Tambah oknum guru yang menjadi korban Arogan si Kepala sekolah itu.

Akibat kondisi yang makin tak kondusif, ke 15 Dewan Guru berstatus PNS itu mengadakan rapat dan memutuskan untuk menolak keberadaan Ibu Hj. ROSMIYATI sebagai kepala sekolah ditemat mereka mengajar.

Hal ini pun dibenarkan oleh Abdul Rauf Abidin,  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (04/10/2018).

“Memang di sekolah tersebut terjadi kejadian itu, namun kami sudah mendamaikan pihak-pihak yang saling tersinggung, bahkan mereka sudah berpelukan,” ucap Abdul Rauf. A.

Rapat klarifikasi yang digelar bersama Pihak Dinas Pendidikan pada Senin (01/10/2018) berhasil mendamaikan kepala sekolah bersama Para Dewan Guru.

Menanggapi Hal itu, Dewan Guru menerima inisiatif Pemda untuk menyelesaikan, namun mereka tetap melanjutkan gerakan penolakan terhadap Kepala Sekolah SDN 8 Kasipute.

Bahkan tindakan ke 15 dewan guru tersebut didukung oleh Wali dan orang tua Murid yang dibuktikan dengan Menandatangani penolakan Hj. ROSMIYATI Sebagai Pimpinan di SDN 8 Kasipute.

Pewarta : Hir Abrianto