
Harapansultra.com, Buton Utara – Anggota Legislatif (Aleg) DPRD Kabupaten Buton Utara (Butur), Muhammad Morgan Zakariah, menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar reses di Desa Lantagi, Kecamatan Kulisusu, Jumat (13/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, ia menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh usulan warga hingga tahap realisasi melalui mekanisme penganggaran daerah.
Kegiatan reses Masa Sidang I Tahun 2026 itu berlangsung dalam suasana dialog terbuka. Warga Desa Lantagi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas yang dinilai mendesak dan menyentuh kepentingan dasar masyarakat.
Beberapa aspirasi yang disampaikan di antaranya pembangunan sumur bor untuk mengatasi kebutuhan air bersih, rehabilitasi masjid termasuk perbaikan atap, perbaikan jalan poros desa, peningkatan jaringan infrastruktur, bantuan bodi fiber dan jaring saring bagi nelayan, serta pengadaan tenda jadi untuk mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menanggapi hal itu, Morgan menegaskan bahwa seluruh aspirasi akan dicatat dan diperjuangkan sesuai kewenangan DPRD, khususnya dalam fungsi penganggaran dan pengawasan.

“Saya hadir di sini untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua usulan akan kita kawal dan perjuangkan sampai tahap realisasi melalui pembahasan anggaran,” ujarnya.

Morgan menyebut pembangunan sumur bor menjadi salah satu prioritas utama karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar warga. Menurutnya, akses air bersih merupakan faktor penting dalam menunjang kesehatan dan aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Ini menjadi prioritas yang akan kita dorong agar bisa masuk dalam program tahun anggaran 2026,” katanya.
Pada kesempatan itu, ia juga merespons permintaan warga terkait perbaikan atap masjid dengan menyerahkan bantuan secara langsung sebagai bentuk perhatian awal terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.
Sebagai anggota DPRD Butur, Morgan menegaskan bahwa hasil reses akan dibawa ke forum pembahasan bersama pemerintah daerah untuk disinergikan dalam penyusunan program prioritas. Ia berharap aspirasi masyarakat Desa Lantagi dapat terakomodasi dalam APBD 2026.
“Reses ini bukan sekadar pertemuan, tetapi bagian dari tanggung jawab kami untuk memastikan suara masyarakat benar-benar diperjuangkan,” tegasnya.
Kegiatan reses ditutup dengan dialog lanjutan dan harapan warga agar komitmen yang disampaikan dapat terwujud. Masyarakat Desa Lantagi berharap pembangunan infrastruktur dasar dan dukungan bagi nelayan dapat segera direalisasikan guna meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka.
Pewarta: Eghy Labuan







