oleh

Bejat Seorang Ayah Tega Mencabuli Anak Kandungnya Sendiri

RAHA, HarapanSultra.COM | Sebuas-buasnya harimau, tak akan memangsa anaknya. Pepatah ini tidak berlaku bagi DR (58) Warga Desa Motewe Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna ini hingga tega mencabuli anak kandungnya sendiri Kembang (17)  (Nama samaran).

Mirisnya lagi, aksi DR dilakukan selama tujuh tahun saat Kembang masih berusia 10 tahun. Aksi itu terus dilakukan berulang hingga Kembang duduk dibangku SMA kelas II.

Kejadian itu terbongkar saat Kembang menuliskan surat yang ditujukan kepada ibunya dengan tulisan jika masa depannya telah hancur. Sontak keluarganya pun kebingungan, tapi sayangnya surat itu sempat diketahui ayahnya lalu disobek.

Setiap kali Kembang hendak disetubuhi, ayahnya selalu mengancam bakal membunuh ibu dan saudara-saudaranya yang lain. Ia hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Hanya sepupunya yang selalu ia jadikan sebagai teman curhat, kepada sepupunya itu Kembang sempat melayangkan ucapan ingin memiliki ayah yang baik seperti ayahnya.

“Kembang ini kasian baik hati, cantik dan jadi atlit voly di sekolahnya kasian menjadi korban dari perbuatan ayahnya sendiri,” Ujarnya kepada media Harapansultra.com dan meminta namanya tidak dipublish

Karena sering mendapat perlakuan tidak senonoh, Psikologis kembang menjadi terganggu, Hari-hari dijalaninya dengan tidak seperti orang lain yang biasa bergaul dan sering keluar rumah. Setiap pergi dan pulang sekolah, ia selalu menundukkan kepalanya.

Karena merasa sudah tidak sanggup dengan keadaan itu, Kembang akhirnya kabur ke Kota kendari. Ketika ditanya ibunya soal kepergian anaknya, ayahnya berkelit dengan alasan jika Kembang pergi karena belum dibelikan baju lebaran.

Selama  kurang lebih 12 hari,  akhirnya Kembang dijemput oleh bibinya yang telah mengetahui nasib yang dialami Kembang, untuk pulang dan melaporkan ke pihak kepolisian.

“Semoga pelakunya diberikan hukuman seberat-beratnya sesuai perbuatan yang ia lakukan,” harap sepupu Kembang.

DR pun langsung ditangkap Polisi di rumahnya Minggu (24/6). Di hadapan Polisi, DR mengakui telah mencabuli anaknya sejak tahun 2011 silam. DR mengaku nekat melakukan hubungan suami istri itu lantaran tergiur dengan kemolekan tubuh Kembang.

Karena perbuatannya, DR harus meringkuk dibalik jeruji besi. Ia dijerat pasal 81 Ayat (3) dan ayat (1) UU No 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu No 1 tahun 2016 tentang perubahan ke 2 atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU.

“Ancaman pidananya 15 tahun penjara,” kata Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Parentongan Sinaga melalui Kasat Reskrim, IPTU Fitrayadi.

Pewarta : HS008/Borju

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA