oleh

Diduga Idap Penyakit Stroke Selama Tiga Tahun, Seorang Pria di Muna, Akhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri

-Harapan-12.501views

MUNA, HarapanSultra.COM | Warga  Desa Lianosa, Kecamatan Tongkuno Selatan, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) digegerkan dengan meninggalnya La Tuminda (59) yang diduga mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di rumahnya, Minggu 29 Desember 2019 sekitar pukul 06.30 wita.

Kapolsek Tongkuno, IPDA Muhamad Nexon Ode Bio saat di hubungi melalui via telpon oleh awak media harapansultra.com, Minggu (29/12/19) membenarakan kejadian tersebut.

Nexon menerangkan, kronologis kejadian bermula saat Wa Ode Rosi (54) (istri korban), setelah melaksanakan Shalat Subuh melihat korban juga sedang melaksanakan Shalat dan kemudian istri korban kembali melanjutkan tidurnya.

Istri korban bangun sekitar pukul 06.00 wita, saat itu melihat korban di depan kamar memegang kain lap Lalu istri korban bertanya kepada korban buat apa itu kain, korban menjawabnya untuk membersihkan jendela setelah itu istri korban membuka pintu dapur.

Ia kemudian keluar lewat pintu depan karena sendalnya berada di depan rumah, lalu ia memberi makan ayam peliharaannya di halaman depan rumah, saat istri korban hendak masuk kedalam rumah melalui pintu belakang, namun pada saat membuka pintu, pintu dapur tidak dapat terbuka secara keseluruhan karena terhalang oleh tubuh korban sehingga ia kemudian masuk melalui pintu depan rumahnya.

Setelah berada dibagian dapur melihat suami (korban) dalam posisi tergantung tali pada pintu bagian belakang, melihat kejadian itu istri korban berteriak dan menyampaikan kepada tetangga sekitar rumah bersama masyarakat serta saudara korban untuk mengangkat dan melepaskan tali pada leher korban.

” Korban di temukan dalam posisi tergantung, kaki  menyentuh (berpijak pada lantai) dengan posisi lutut tertekuk,” Sebutnya

Menerima laporan saat itujuga, Pihak Polisi langsung melakukan kordinasi dengan pihak puskesmas wakumoro untuk  melakukan pemeriksaan luar terhadap korban dan Tidak ada tanda tanda kekerasan lain pada tubuh korban.

” Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, semasa hidup, korban tidak pernah berselisih paham dengan orang lain dan Keterangan keluarga, Korban ini menderita penyakit stroke sejak tiga tahun lalu,” Bebernya.

Sejak menderita penyakit tersebut tambahnya, korban sering mengeluh kepada istrinya dengan rencana bakal bunuh diri sebab korban merasa dirinya sudah tidak ada gunanya.

” Pihak keluarga menerima dengan ikhlas kematiannya dan menganggap bahwa kematian Alamarhum sudah merupakan takdir yang Maha Kuasa dan menolak untuk dilakukan Otopsi,” Pungkasnya.

Pewarta : Borju

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA