oleh

Dugaan Penyalahgunaan Dana Pembangunan Masjid, Oknum Camat di Bombana Dipolisikan

-Harapan-11.568 views

Rumbia, HarapanSultra.COM | Komisi Daerah Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Provinsi Sulawesi Tenggara melaporkan Camat Kabaena Selatan ke Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) atas dugaan penyalahgunaan wewenang terkait peminjaman dana pembangunan masjid Desa Pongkalaero, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, Jum’at (6/9/2019).

Berdasarkan data dan penelusuran LP-KPK Sultra, Pembangunan Masjid Nurul Yaqin Desa Pongkalaero tersendat sendat, hal tersebut akibat Dana Pembangunan Masjid yang berjumlah  280 juta rupiah digunakan dengan dalih pinjaman sementara oleh Camat Kabaena Selatan yang saat itu menjabat sebagai Ketua Pembangunan Masjid Nurul Yaqin.

Hal tersebut disampaikan Kaharuddin selaku Ketua Komisi Daerah LP-KPK Sultra kepada awak media HarapanSultra.COM, menurutnya laporan tersebut dilayangkan ke Polda Sultra karena dugaan penyalahgunaan wewenang tersebut sudah terjadi sejak tahun 2012 silam dan hingga kini belum ada penanganan hukum atau itikad baik dari oknum camat tersebut untuk mengembalikan dana ummat yang peruntukannya jelas untuk pembangunan rumah ibadah ummat Islam.

“Dari data yang kami himpun, penyalahgunaan dana pembangunan masjid tersebut oleh oknum Camat Kabaena Selatan sudah berlangsung sejak tanggal 19 Juli 2012 dengan pengambilan awal sebesar 40 juta rupiah, lalu pengambilan berikutnya 50 juta, kemudian peminjaman selanjutnya dalam tahun yang sama sebesar 60 juta rupiah dan memasuki tahun 2013 dilakukan peminjaman lagi sebesar 100 juta rupiah dan yang terakhir dilakukan peminjaman tepatnya di awal tahun 2016 itu sebesar  30 juta rupiah, hingga total keseluruhan sebesar 280 juta rupiah,” beber Kahar sapaan akrabnya

Untuk itu lanjut Kahar, LP-KPK meminta kepada Polda Sultra agar sesegera mungkin melakukan penyelidikan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan penyalahgunaan dana pembangunan masjid tersebut agar dana yang dikumpulkan dari jamaah dan sumbangan pihak perusahaan yang beroperasi disekitar wilayah desa tersebut dapat dipergunakan sebagaimana tujuan awalnya yaitu untuk Pembangunan Masjid.

Dikonfirmasi terpisah via telepon selulernya, Saiun selaku Ketua Pembangunan Masjid Nurul Yaqin desa pongkalaero mengaku tidak mengetahui persis perihal peminjaman dana pembangunan masjid itu, hal tersebut karena kejadian tersebut terjadi beberapa tahun lalu sedangkan dirinya ditunjuk sebagai Ketua Pembangunan Masjid itu sejak Sejak tanggal 17 Desember 2018 lalu.

“Saya ditunjuk jadi Ketua Pembangunan Masjid baru tanggal 17 desember tahun lalu, dan saat itu memang kondisi kas pembangunan masjid kosong,” Tutur Saiun

Kendati demikian sejak dirinya ditunjuk sebagai Ketua Pembangunan Masjid terdapat pemasukan kas yang diserahkan langsung oleh Kepala Desa Pongkalaero sebesar lebih dari 140 juta rupiah untuk pembangunan masjid yang sumbernya secara pasti dia tidak ketahui.

Dikonfirmasi terpisah Darmawi, Mantan Kepala Desa Pongkalaero membenarkan adanya dana untuk pembangunan masjid sebesar lebih dari 140 juta rupiah yang ia serahkan pada panitia Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di akhir masa jabatannya beberapa bulan lalu namun menurutnya dana tersebut merupakan dana bantuan sosial dari perusahaan yang beroperasi di sekitar desa tersebut.

“Memang benar ada dana yang kami serahkan ke panitia ada yang tunai dan ada yang ditransfer, nilainya sebesar lebih 140 juta. Dana itu merupakan dana dari perusahaan dalam bentuk CSR dan itu rutin setiap tahunnya ada,” Pungkasnya.

Ditanya terkait perkembangan pinjaman dana masjid oleh camat Kabaena Selatan yang saat ini juga sebagai Plt. Kepala Desa Pongkalaero, Darmawi mengaku tidak mengetahui persis karena saat proses peminjaman tersebut dirinya belum menjadi Kepala Desa. Kendati demikian selama ia menjabat ia memastikan bahwa pengembalian dana pinjaman sementara tersebut belum dilakukan.

“Baiknya ditanyakan pada Kepala Desa saat itu, kalau selama saya menjabat belum ada itu pengembalian dana pinjaman,” Tuturnya

Hingga berita ini dirilis, Camat Kabaena Selatan selaku pihak yang diduga melakukan penyalahgunaan wewenang belum berhasil dikonfirmasi. (IS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA