
BOMBANA, Harapansultra.com – Pemerintah Kabupaten Bombana resmi meluncurkan Gerakan Pangan Murah Keliling (GAUL) sebagai upaya konkret dalam menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat selama bulan Ramadhan. Kegiatan ini digelar selama tiga hari, mulai Rabu 19 Maret hingga 21 Maret 2025, menyasar sejumlah titik di wilayah Bombana dan mendapat antusias tinggi dari warga.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dan merupakan tindak lanjut dari Surat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor: 000.1.5/2210 tentang pelaksanaan Gerakan Pangan Murah serentak di 17 kabupaten/kota di Sultra.
Gerakan ini menghadirkan sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, gula, dan komoditas lain yang dijual dengan harga lebih murah dari pasaran. Produk-produk tersebut dipasok oleh Perum Bulog Cabang Bombana serta para petani dan pengusaha lokal, dengan harga yang telah disubsidi oleh pemerintah.
Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si dalam sambutannya saat pembukaan GAUL mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, khususnya selama Ramadhan yang identik dengan meningkatnya permintaan bahan pokok.
“Melalui GAUL ini, kami ingin memastikan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga dengan harga yang wajar. Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat agar bisa menjalani ibadah Ramadhan dengan tenang dan penuh berkah,” ujar Burhanuddin di hadapan warga dan tamu undangan.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program ini, mulai dari jajaran Forkopimda, TP PKK Bombana, hingga pelaku usaha yang turut menyediakan komoditas pangan. Kolaborasi lintas sektor ini, kata dia, adalah contoh nyata gotong royong dalam menjaga stabilitas harga pangan.
Turut hadir dalam peluncuran GAUL antara lain Ketua TP PKK Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, unsur Forkopimda, para kepala OPD, staf ahli bupati, serta ratusan masyarakat setempat yang langsung memanfaatkan layanan pasar murah tersebut.
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bombana, kegiatan GAUL ini tak hanya difokuskan pada penyediaan bahan pokok murah, tetapi juga menjadi sarana edukasi masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan lokal serta pengendalian inflasi yang berkelanjutan. Ia berharap kegiatan serupa bisa terus digelar secara berkala, terutama di momentum-momentum penting keagamaan dan hari besar nasional.
“Kita ingin GAUL tidak sekadar kegiatan musiman, tapi jadi bagian dari upaya jangka panjang dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan ketersediaan pangan dengan harga yang terkendali,” ungkapnya.
Sementara itu, masyarakat yang hadir menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. Mereka mengaku sangat terbantu, apalagi harga kebutuhan pokok belakangan ini cenderung naik seiring meningkatnya permintaan di bulan suci Ramadhan. Warga berharap GAUL dapat terus hadir hingga menjangkau pelosok kecamatan lainnya.
Dengan pelaksanaan GAUL, Pemkab Bombana ingin memastikan bahwa gerakan ini tidak hanya bersifat reaktif terhadap lonjakan harga, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah. Pemerintah menargetkan gerakan seperti ini bisa menjadi agenda rutin yang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan komitmen pemerintah dalam memberikan solusi nyata dan cepat.
Gerakan ini sekaligus menunjukkan bagaimana pendekatan kolaboratif antara pemerintah, sektor usaha, dan masyarakat dapat menghasilkan kebijakan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Ke depan, Pemkab Bombana berencana memperluas jangkauan kegiatan GAUL hingga ke kecamatan-kecamatan terpencil agar pemerataan manfaat bisa lebih maksimal.








