Kendari, Harapansultra – Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka resmi memimpin Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2025-2030 setelah mengikuti Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Gubernur sebelumnya, Komjen Pol (Purn) dr. (HC) Andap Budhi Revianto, di Kantor Gubernur Sultra, Senin (3/3). Acara yang dihadiri Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, Forkopimda, bupati/walikota se-Sultra, dan pimpinan instansi vertikal ini menandai dimulainya komitmen kepemimpinan baru untuk mengakselerasi pembangunan daerah.

Dalam pidato pertamanya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan kesiapan memenuhi janji kampanye. “Kami mewakafkan diri untuk mewujudkan Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan religius. Ini bukan sekadar retorika, tetapi tekad yang akan kami buktikan dengan kerja nyata,” ujarnya di hadapan ratusan undangan. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada mantan Gubernur Andap Budhi Revianto atas keberhasilan menyelenggarakan Pemilu dan Pilkada 2024 secara damai. “Prestasi ini menjadi fondasi kuat untuk melanjutkan pembangunan,” tambahnya.

Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, yang hadir sebagai perwakilan pemerintah kabupaten, menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan baru. “Kami siap bersinergi dengan Provinsi Sultra, khususnya dalam program strategis seperti penguatan agrominapolitan dan penanganan stunting,” katanya usai acara. Kehadiran Burhanuddin turut menegaskan posisi Bombana sebagai salah satu kabupaten kunci pendukung visi pemerintahan provinsi.


Prosesi Sertijab berlangsung khidmat dengan penyerahan dokumen jabatan dan atribut kenegaraan. Gubernur Andi Sumangerukka menggarisbawahi tiga fokus awal: peningkatan kualitas layanan kesehatan, percepatan pembangunan infrastruktur penghubung antarwilayah, dan penguatan ekonomi kerakyatan berbasis sektor kelautan dan pertanian. “Kami akan prioritaskan pembangunan jalan strategis di Bombana dan Morowali sebagai tulang punggung logistik regional,” jelasnya.

Dukungan juga mengalir dari jajaran Forkopimda Sultra. Kapolda Sultra Brigjen Pol. Ahmad Syaifullah menyatakan kesiapan mengawal keamanan program prioritas. “Stabilitas keamanan adalah prasyarat utama pembangunan. Kami akan intensifkan patroli di wilayah rawan konflik,” ucapnya.

Di sisi lain, mantan Gubernur Andap Budhi Revianto berpesan agar kepemimpinan baru tetap memegang prinsip transparansi. “Pembangunan berkelanjutan hanya bisa dicapai dengan integritas dan partisipasi publik,” ujarnya dalam sambutan penutup. Pesan ini sejalan dengan komitmen Gubernur Andi yang menjanjikan audit rutin terhadap kinerja dinas dan BUMD.

Gubernur Andi Sumangerukka mewarisi sejumlah pekerjaan rumah, termasuk penanganan kemiskinan ekstrem (8,2% di Sultra) dan penyelesaian proyek infrastruktur tertunda seperti Bandara Matahora di Bombana. Langkah pertama yang dijanjikan adalah rapat koordinasi dengan seluruh bupati/walikota pekan depan. “Kami ingin memastikan keselarasan program provinsi dan kabupaten,” tegasnya.

Tokoh masyarakat Sultra, La Ode Arifudin, mengapresiasi komitmen kolaborasi yang digaungkan. “Pemimpin harus hadir di tengah rakyat, bukan hanya di balik meja. Kami harap Gubernur Andi bisa menjadikan Sultra sebagai contoh pemerintahan inklusif,” ujarnya.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan penandatanganan prasasti komitmen bersama antara Gubernur dengan perwakilan kabupaten/kota. Bupati Burhanuddin turut menyampaikan undangan resmi kepada Gubernur Andi untuk meresmikan program 100 hari kerja Bombana akhir Maret mendatang. “Kerja sama provinsi-kabupaten akan menjadi kunci kemajuan bersama,” pungkasnya.