oleh

HIMPSI Sultra Lakukan Pendampingan Psikologi 5 Korban Pedofilia

-Head Line-1800views

Kendari, harapansultra.com | Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Sulawesi Tenggara hadir melakukan pendampingan terhadap Korban yang diderita akibat perlakukan Pelecehan Seksual. Pendampingan Psikolog bertujuan untuk memberikan bantuan pendampingan psikososial kepada korban yang menderita trauma atau masalah kejiwaan lainnya.
Ketua HIMPSI Sultra, Ayub Djafar, S.Psi., M.Psi., Psikolog menuturkan bahwa pihaknya hadir untuk memulihkan kembali kondisi kejiwaan korban dan juga mengidentifikasi gejala-gejala perubahan perilaku yang muncul pada anak Pasca kejadian.

“Kami hadir sebagai pendamping Psikologi korban pelecehan Seksual terhadap Perempuan dan anak dibawah umur tujuannya adalah untuk mendeteksi gejala perubahan prilaku pasca kejadian serta berupaya memulihkan kembali kondisi kejiwaan korban bila ada gangguan psikisnya”, tutur Ayub Djafar kepada Jurnalis Harapansultra.com saat ditemui, Sabtu (4/5/2019).

Bersama Dinas PAA Provinsi Sultra, Kota, LBH dan Peksos, Himpunan Para Psikologi Indinesia Setempat itu lakukan kunjungan kediaman tiap korban.

“Sejak Kejadian itu terjadi, kami menerima Laporan Aduan dari pihak Keluarga Korban, dan kami lakukan dipendampingan dirumah-rumah korban”, tambahnya.

Keterangan terpisah, Humas HIMPSI Sultra, Jamrin menjelaskan bahwa kondisi korban dan kelurga saat ditemui masih mengalami tekanan Jiwa (Syok).

“Ada beberapa korban yang belum mau ditemui oleh orang luar bahkan menolak untuk disambangi”, Pungkas Jamrin.

Tambahnya, Secara Fisik kondisi korban masih Normal, namun secara psikis mereka masih mengalami ketakutan pasca kejadian. Beberapa diantaranya masih belum berani untuk keluar rumah.

Atas Kondisi Korban yang butuhkan perhatian, ketua HIMPSi sultra yang merupakan Alumni Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 Surabaya Fakultas Psikologi itu mengharapkan kepada semua pihak untuk turut memperhatikan Anak-anak yang mengalami penjajakan Kriminal seperti ini

“Harapan untuk pemerintah agar korban dan keluarga mendapatkan perhatian khusus dalam perlindungan dan pendampingan. Selain itu kami berharap pemerintah dapat segera membantu kami dalam menghapus konten2 video/ gambar yg memuat data Korban anak di media sosial untuk melindungi privacy anak,” Tutupnya.

Laporan : Hir

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA