oleh

HMI Wakatobi Sebut PT. Golden Prima “Penjahat” Lingkungan

-Head Line-11.066views

Wakatobi,HarapanSultra.COM | Himpunan Mahasiswa Islam Hijau Hitam Wakatobi cabang Baubau menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Lingkungan Hidup setempat terkait dampak yang diakibatkatkan PT. Golden Prima bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, Rabu (21/08/2109).

Dalam orasi yang disampaikan oleh koordinator lapangan Harjo menyebut, PT. Golden Prima sebagai “Penjahat” lingkungan. Hal itu dikarenakan bahan material yang diangkut dari pelabuhan menggunakan mobil ke tempat penampungan cukup meresahkan warga. Belum lagi kata Dia, polusi udara yang diakibatkan oleh perusahaan saat melakukan pembakaran material sudah menimbulkan dampaknya.

“PT. Golden Prima harus segera dihentikan karena sudah jelas dampak lingkungan yang diakibatkan sangat meresahkan, kita ketahui bersama bahwa jika hal ini terus di biarkan maka akan berdampak buruk kepada masyarakat setempat,” tandas Harjo.

Selain itu salah satu orator mendesak dinas lingkungan segera mengavaluasi UKL-UPL yang diberikan kepada perusahaan, pasalnya meski administrasi tersebut telah dilengkapi, dampak lingkungan yang diakibatkan tidak dapat terhindarkan.

“Terlepas dari ijin yang dikeluarkan oleh badan lingkungan hidup, kita tetap harus melihat realita yang ada,” tutur Toni Darmanto.

Menjawab pernyataan yang disampaiakn oleh masa aksi, kepala dinas lingkungan hidup dan kebersihan, Jaemuna mengatakan pihaknya akan segera membentuk tim terpadu bersama instansi terkait guna mengevaluasi kembali ijin yang telah diberikan

“Kami akan turun ke lapangan bersama tim terpadu. Apakah masih sesuai denga ijin yang dikeluarkan atau tidak jika tidak lagi maka kami akan melakukan penghentian sementara terhadap perusahaan tersebut,” ujarnya.

Setelah melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor lingkungan hidup dan kebersihan, masa aksi melanjutkan aspirasinya ke PT. Golden Prima,

Salah seorang masyarakat Sombu yang mendukung aksi tersebut mengatakan bahwa asap yang dikeluarkan perusahaan mengakibatkan beberapa orang mengalami batuk-batuk.

“Kami berharap perusahaan itu dipindahkan, karena sudah beberapa dari kami yang batuk-batuk. Selain itu asap yang ditimbukan mencemari air hujan yang kami gunakan sehari-hari,” tutur Nurdin.

“Belum lagi, desa Sombu adalah daerah pariwisata. Jika ini terus dibiarkan jelas wisatawan tidak akan kesini,” lanjutnya.

Aspirasi ini dijawab oleh menajer perusahaan PT. Golden Prima, Suwanto berjanji pihaknya akan berkomunikasi dengan masyarakat dari rumah ke rumah untuk memastikan dampak yang diakibatkan perusahaannya.

“Sebelum kami melakukan ganti rugi maka kami akan pastikan dari rumah ke rumah karena biar bagaimanapun masyarakat sombu ini punya hubungan dengan kami. Kami selalu berdayakan mereka. Untuk masalah asap yang ditimbulkan, kami akan mengupayakan alat baru untuk penyerap debu,” tukasnya.

Laporan : Samidin

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA