oleh

JaDI Muna Sebut Bawaslu Belum Punya Kewenangan Proses ASN

MUNA, HarapanSultra.COM | Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Kabupaten Muna menilai klarifikasi yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga melanggar netralitas dinilai belum tepat.

Lembaga tempat berhimpunya eks penyelenggara Pemilu itu menganggap pernyataan Ketua Bawaslu Muna, Al Abzal Naim yang menyebut JaDI kurang update peraturan adalah tanggapan bersifat arogan dan terkesan menutup diri dari kritikan publik.

” Tanggapan ketua Bawaslu itu, bukti miskinya pengetahuan dan bersifat arogan,” sebut Muhamad Taufan, Presidum JaDI Muna.

JaDI sendiri lanjutnya telah membaca dan menelaah dasar Bawaslu memproses netralitas ASN sebelum adanya penetapan calon melalui surat edaran Bawaslu RI no SS.0035/K.Bawaslu/PM.00.00/1/2020 tentang pengawasan netralitas ASN dan TNI/Polri dan MenPAN-RB no B71 M.SM.00.00/2017 tentang pelaksanaan netralitas bagi ASN pada penyelenggaraan Pilkada serentak. Bagi JaDI dasar aturan itu, tidak bisa diterapkan Bawaslu.

“Begitu juga surat edaran MenPAN-RB tidak mendelegasikan pengawasannya kepada Bawaslu. Karena kawenangan Bawaslu yang diberikan hanya atributif oleh UU agar kemandiriannya terjaga,” ungkapnya.

Mantan Komisioner KPU Muna Barat (Mubar) itu menganggap surat edaran Bawaslu RI menciderai asas kepastian hukum penyelelengara Pemilu. Apalagi aspek perundangan status hukum surat edaran tidak dikenal didalam hierarki perundangan-undangan. Sehingga ketika diterapkan akan menimbulkan ketidak pastian hukum.

“Akibatnya kalau begini menjadi tindakan bar-bar dan serampangan. Coba bayangkan Bawaslu memanggil-manggil orang secara personal sementara tidak ditemukan hukum materil dan formilnya untuk menindak,” Sebutnya

Aparat hukum lanjutnya dibuat ketat dalam prosedur UU baik materil dan formil dalam menegakan hukum dan aturan agar dapat membedakan posisi mereka dengan Penjahat, Karena Penjahat sebutnya melakukan kejahatan pasti berprilaku menyimpang dari aturan hukum.

” Kalau Bawaslu merasa tidak ada kewenangan secara materil yang delik pelanggarannya tidak ditemukan dalam peraturan per-UU cukup saja bersurat ke atasan ASN atau ke KASN untuk melaporkannya karena tugas intern kepatuhan terhadap pimpinan Bawaslu yang mengeluarkan surat edaran. Tapi kalau memaksa dan memanggil orang belum bisa dilakukan karena tak ada kewenangan untuk itu. Bawaslu perlu bersabar dan tidak perlu tergesa-gesa,” bebernya.

Belum lagi, surat edaran Bawaslu RI sifatnya intern dan tidak masuk bagian dari tata urutan peraturan perundangan. Jadi surat edaran itu bertentangan dengan ketentuan UU pemilihan pasal 71 UU nomor 1 tahun 2015 terkait ASN membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon.

“Surat edaran itu keluar dari kewenangan pijakan materil soal delik pelanggaran netralitas ASN sebelum adanya calon yang belum diatur. Lalu menggunakan kewenangan formil untuk menegakkan hukum materil yang tidak ada dalam UU berakibat pada perluasan kewenangan sehingga menyimpang dari asas kepastian hukum itu sendiri,” jelasnya.

Taufan mengapresiasi Bawaslu yang telah melakukan pengawasan terhadap ASN. Namun, dalam penerapan hukum harus tidak semberono, mengingat Bawaslu merupakan lembaga negara dan komisionernya digaji serta fasilitasnya ditanggung oleh negara.

” Jadi saya rasa ketua Bawaslu miskin pengetahuan dan argumentasi hukum. Saya sarankan agar kredibilitas Bawaslu dalam pengawasan dapat dihargai publik, maka lakukan dengan cara yang berkepastian hukum dan memahani hukum secara baik. Buatlah lembaga Bawaslu untuk penguatan pengawasan masyarakat sebagai penguatan pranata sosial dan menjadikan masyarakat sebagai moral publik dalam pengawasan Pemilu/Pilkada,” sindirnya.

Ia juga menitip pesan pada Bawaslu untuk memberikan pencerahan pada publik. Bukan anti kritik. Pasalnya, publik butuh informasi yang pasti dan jelas.

” Ini merupakan agenda politik, Bawaslu harus cermat dan teliti agar tidak merugikan ASN maupun calon ketika sudah ditetapkan KPU,” tutupnya.

Pewarta : Borju

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA