Bombana, harapansultra.com – Ketua KNPI Sulawesi Tenggara menyampaikan apresiasi atas ketegasan Kapolres Bombana, AKBP Eko Sutomo, dalam mengamankan sejumlah demonstran yang kedapatan membawa senjata tajam di dalam mobil saat hendak menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati dan DPRD Bombana, Sulawesi Tenggara, Rabu (18/2/2026). Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan dan mencegah potensi tindakan anarkis.

Aksi yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa dan masyarakat Desa Wumbubangka itu merupakan bentuk penolakan terhadap rencana pembangunan kawasan industri oleh PT. Sultra Industrial Park (PT SIP). Massa bergerak menuju Kantor Bupati dan DPRD Bombana, namun situasi sempat memanas di depan Mapolres Bombana.

Humas Polres Bombana, Abdul Hakim, menjelaskan bahwa saat itu jajaran kepolisian tengah melaksanakan operasi cipta kondisi di Depan Polres Bombana untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Ketika Kapolres memberikan imbauan, muncul sebuah mobil dengan pengeras suara yang diduga menghasut sopir agar menabrak siapa pun yang menghalangi atau memberhentikan kendaraan tersebut.

“Anggota menghentikan dan memeriksa kendaraan tersebut. Dari atas mobil ditemukan senjata tajam. Selanjutnya yang bersangkutan diamankan dan dimintai keterangan di ruang Reskrim,” jelasnya.

Ketua KNPI Sulawesi Tenggara, Muh. Amsar, SH, menilai langkah Kapolres Bombana sudah tepat dan proporsional. Ia menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional yang dijamin undang-undang, namun harus dilakukan secara tertib dan tanpa membawa benda berbahaya.

“Demonstrasi adalah hak demokrasi. Tetapi membawa senjata tajam atau menghasut untuk mencelakai orang lain bukan tindakan yang dibenarkan. Ketegasan Kapolres patut diapresiasi karena mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Sebagai mantan aktivis, Amsar mengajak seluruh pihak mengedepankan dialog dalam menyikapi rencana investasi di Desa Wumbubangka. Ia menilai perbedaan pandangan seharusnya diselesaikan melalui musyawarah agar tidak menimbulkan konflik sosial.

Selain itu, KNPI Sultra juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bombana di bawah kepemimpinan H. Burhanuddin dan Ahmad Yani yang dinilai mampu meyakinkan investor untuk menanamkan modal di Bombana.

Menurut Amsar, di tengah kondisi efisiensi anggaran, kehadiran investasi sangat dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Bombana memiliki potensi besar. Dengan kepemimpinan yang mampu membangun kepercayaan investor dan didukung situasi keamanan yang kondusif, daerah ini bisa berkembang lebih cepat. Investasi harus dikawal bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

KNPI Sultra berharap seluruh elemen masyarakat tetap menjaga stabilitas daerah, sehingga pembangunan dan investasi dapat berjalan demi kemajuan Bombana. (HS)