oleh

Korban Banjir Asal Koltim Butuh Uluran Tangan

-Head Line-1807views

KOLTIM, Harapansultra.com— Meski intensitas banjir kini perlahan surut, namun warga desa dari beberapa Kecamatan di Kabupten Kolaka Timur Sulawesi Tenggara, seperti Kecamatan Uluwoi dan Kecamatan UeEsi serta Ladongi saat ini masih saja turus waspada akan datangnya Air dengan Debit yang lebih banyak dari sebelumnya.

Kapolsek Uluwoi IPTU Asmuliadi, mengatakan warga yang masih mengungsi di ketinggian bukit, saat ini berharap ada penyaluran bantuan kebutuhan pokok berupa makanan dan obat obatan.

Asmuliadi membenarkan, terisolirnya dua Kecamaan yang terdampak banjir tersebut, di akibatkan akses jalan terputus hingga di Desa Tawanga akibat longsor.

“warga yang mengungsi di atas perbukitan hanya menggunakan tenda seadanya, dan hingga saat ini, warga sedang dalam kecemasan, karena kebutuhan pokok berupa makanan sudah tidak ada”, Resah Asmuliadi

Hal yang sama pun di Ungkapkan oleh Kepala desa Karemotingge, Ashar Moita saat di konfirmasi Via telpon seluler pagi (12/6) tadi. Pihaknya menuturkan bahwa beberapa Desa di Kecamatan Ladongi pun alami hal yang sama, namun kondisi saat ini sudah mulai membaik.

“Kecamatan Ladongi juga ada beberapa tempat yang terkena Banjir”, kata Ashar.

Foto:Lokasi Desa Lalowusula, kecamatan Ladongi-Kolaka Timur/Hir-Hsc.
Foto:Lokasi Desa Lalowusula, kecamatan Ladongi-Kolaka Timur/Hir-Hsc.

Sementara, Siti lestari yang merupakan warga Ladongi, keluarahan Rara menuturkan bahwa air saat ini tinggal menggenangi Hamparan sawah.

Kapolsek Uluwoi kembali memastikan, sejak warga melakukan pengungsian di atas perbukitan, hingga saat ini belum ada terlihat bantuan maupun tim relawan lainya, akibat terputusnya akses jalan di daeerah Tawanga.

“warga pengungsi masih berharap agar pemerintah maupun tim lainnya punya solusi, agar dapat tembus di titik Kecamatan yang terisolir ini, dan dicemaskan adalah kebutuhan bahan pokok berupa makanan”,Ungkapnya

Sementara warga setempat  kondidinga sangat mengharapakn bantuan bahan pokok, sebab bantuan yang pernah ada, hanya sampai di daerah Tawanga saja lalu habis, disebabkan putusnya akses jalan.

Pewarta: Hir

 

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA