oleh

KPW P3MD-PID Sultra Monev Di Buton Selatan

Batauga, HarapanSultra.COM | Konsultan Pendamping Wilayah III Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Tenaga Pendamping Profesional di Kabupaten Buton Selatan, Selasa (24/9/2019).

Hal tersebut disampaikan Zainal Abidin, SE Koordinator Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Buton Selatan, ketika ditemui Awak Media HarapanSultra.COM disela sela pelaksanaan Rapat Internal P3MD.

Tenaga Ahli yang bertanggung jawab terhadap Pelayanan Sosial Dasar pada program P3MD di Kabupaten yang bertajuk Buton selatan Beradab menyebutkan bahwa dalam kegiatan Monitoring Tenaga Ahli Madya Infrastruktur kali ini diawali dengan peninjauan Pembangunan yang menggunakan Dana Desa di Desa Kapoa Barat Kecamatan Kadatua Kabupaten Buton Selatan pada tanggal 24 September 2019 dan dilanjutkan dengan Penguatan terhadap TAPM yang dirangkaikan dengan Rapat Internal P3MD yang dihadiri oleh semua TAPM,PDP dan PDTI.

Diakuinya saat ini, KPW P3MD-PID Sultra sangat intens melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Tenaga Pendamping Profesional, hal itu nampak setelah kunjungan Tenaga Ahli Madya Pengembangan Ekonomi Desa, Suardi Abubakar dan Tenaga Ahli Madya Program Inovasi Desa, Farida, yang melakukan monev pada bulan Juli 2019, kemudian disusul Koordinator Pendampung wilayah, Laode Syahruddin Kaeba, ST dan tenaga Ahli Madya Program Inovasi Desa, Yanti Sirman yang juga melakukan monitoring pada bulan agustus 2019.

” Kini giliran Tenaga Ahli Madya Infrastruktur Desa Darmawangsa, ST yang melakukan Monitoring dan evaluasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3MD) di Kabupaten Buton Selatan ini,” Tuturnya.

Ditempat yang sama, Tenaga Ahli Madya Infrastruktur Desa, Darmawangsa,ST menuturkan bahwa berdasarkan hasil monitoring yang dilaksanakan di Desa Kapoa Barat ada beberapa hal yang penting untuk dimaksimalkan antara lain peran Tim Pelaksana Kegiatan yang ada di Desa agar lebih dimaksimalkan serta sebantiasa memperhatikan ketentuan yang ada termasuk ketentuan dalam penerapan Padat karya Tunai Desa.

” Selain saya melakukan peninjauan lapangan, saya juga memberikan penguatan kepada TAPM yang diikuti oleh semua PDP dan PDTI, dalam materi penguatan TAPM tentu saya akan memberikan materi terkait Teknis pelaporan Sipede,Pelaporan kegiatan dan masalah Konvergensi Stunting,” Pungkasnya (AM)

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA