Kendari, Harapansultra.com | Jelang pemilihan umum (Pemilu) Serentak yang tinggal menghitung hari, Perhatian dan pendidikan politik dibumi Anoa Sulawesi Tenggara tampil diberbagai panggung Publik baik dari lembaga yang dibentuk Oleh negara seperti penyelenggara maupun lembaga-lembaga Informal seperti Pemantau Pemilu, Pakar Politik, Akademisi juga dari organisasi-organisasi Mahasiswa dan kepemudaan. Terbukti, pada masa Kampanye terbuka ini, bentuk Perhatian Kepada Masyarakat Komunitas Bela Indonesia (KBI) Sultra Yang menuntut agar menjadi Pemilih Cerdas di Pesta Demokrasi 17 April mendatang, Selasa (2/4/2019).

Ketua komunitas bela Indonesia Sulawesi Tenggara, La Ode Inta  menuntut hal itu, sebab pihaknya menilai di kehidupan masyarakat Sulawesi Tenggara masih saja melekat politik identitas.

“Saya melihat kondisi masyarakat Sulawesi Tenggara  terdiri dari beberapa suku bangsa, daerah kabupaten atau kota  baik di daratan maupun kepulauan masih melekat yang namanya politik identitas”, tuturnya.

Padahal, lanjut Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Halu Oleo itu, Politik identitas bukan cita-cita demokrasi Pancasila

“Sebenarnya Politik identitas bukan cita-cita demokrasi pancasila yang sesungguhnya  dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas”, Ucap La Inta.

Menurutnya, di era Milenial seperti sekarang bukan lagi saatnya memilih pemimpin baik pemilihan legislatif maupun eksekutif  berdasarkan sukuisme,keluarga ningrat  dan dari daerah mana asalnya si figur tersebut .

“Mereka yang masih mengadopsi faham tersebut berarti mereka masih terbawah arus political Primitive dalam menentukan pilihan . Dan itu akan berpotensi membentuk politik dinasti sehingga terbentuk framing bahwa hanya keluarga – keluarganya saja dan suku-sukunya saja yang dominan dalam kekuasaan padahal era nya sudah sangat jauh beda”, Kata Ketua komite wilayah Sulawesi  Badan Audit Kemahasiswaan Seluruh Indonesia.

Untuk itu, La ode Inta mengajak masyarakat Sultra untuk menentukan pilihan berdasarkan rekam jejak nya, tidak cacat hukum , komitmen terhadap janjinya dan tentu juga kercerdasan calon tersebut supaya ketika terpilih bisa bersuara dengan lantang diforum parlemen, forum eksekutif maupun forum resmi lainya yang berkaitan dengan tuga pokoknya mereka demi bela kepentingan konstituen. (Hir)