oleh

Rapat Nasional Antisipasi Bencana dan Nataru, Pemkab Bombana Siapkan Langkah Kesiapsiagaan

-ADS-144views

Bombana, harapansultra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) nasional yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual bersama sejumlah kementerian dan pemerintah daerah seluruh Indonesia. Pertemuan tersebut membahas peningkatan potensi bencana alam serta antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Senin (1/12/2025).

Rakor dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dari Kantor Kemendagri di Jakarta. Dari Bombana, rapat diikuti sejumlah instansi terkait di Ruang Rapat Bupati Bombana, di antaranya Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, Badan Kesbangpol, BPBD Bombana, Dinas Kesehatan, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Syukri Kasim, S.IP.

Dalam arahannya, Tito menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat pada akhir tahun. Ia menyoroti dua bencana besar yang terjadi dalam dua pekan terakhir, yaitu banjir bandang dan longsor di Cilacap, serta bencana serupa di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Dua pekan terakhir kita menghadapi banjir bandang dan longsor di beberapa daerah. Ini peringatan bagi kita semua untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” ujar Tito dalam rapat tersebut.

Selain faktor cuaca, Tito juga meminta pemerintah daerah memperhatikan lonjakan aktivitas masyarakat pada masa libur Nataru. Mobilitas diperkirakan meningkat di moda transportasi darat, laut, dan udara sehingga dibutuhkan langkah pengamanan dan pengawasan yang lebih kuat.

“Kita harus memastikan transportasi berjalan aman, lancar, dan terkoordinasi dengan baik, karena mobilitas masyarakat pasti meningkat saat Nataru,” katanya.

Mendagri turut mengingatkan tentang potensi kenaikan kebutuhan dan harga bahan pangan menjelang akhir tahun. Peningkatan konsumsi masyarakat dapat memicu fluktuasi harga sehingga seluruh pemangku kepentingan diminta memperkuat pemantauan dan ketersediaan stok pangan.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemkab Bombana menegaskan komitmennya meningkatkan kesiapsiagaan daerah. Langkah tersebut mencakup penguatan koordinasi lintas instansi, penyiapan sarana dan prasarana penanganan darurat, serta optimalisasi pos pengamanan dan pemantauan di beberapa titik strategis yang rawan bencana maupun berpotensi terjadi lonjakan aktivitas masyarakat.

Pemkab Bombana juga memastikan bahwa seluruh dinas terkait bergerak untuk memitigasi risiko, baik yang berkaitan dengan bencana alam maupun kerawanan sosial dan ekonomi selama periode Nataru. Pemerintah daerah menilai koordinasi nasional ini menjadi momentum penting untuk memperkuat respons daerah.

Komitmen kesiapsiagaan tersebut diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana dan menjaga stabilitas masyarakat dalam menghadapi musim liburan yang biasanya menimbulkan peningkatan pergerakan orang, kebutuhan barang, serta potensi gangguan cuaca.

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA