
Bombana, sultranet.com – Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si., menghadiri Rapat IV Majelis Sinode Gereja Protestan Sulawesi Tenggara (Gepsultra) yang mengusung tema “Aku Adalah Yang Awal dan Yang Akhir” di Gereja Tondowatu Kasipute, Kecamatan Rumbia. Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Bombana, Forkopimda, pejabat eselon II, sejumlah tokoh agama, pimpinan gereja, dan pejabat pemerintah daerah lainnya sebagai bentuk komitmen sinergi antara gereja dan pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional yang demokratis, adil, dan sejahtera. (Rabu, 8 Januari 2025)
Dalam rapat yang menjadi momentum penting bagi perjalanan Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara ini, para peserta membahas agenda strategis dengan sub tema “Bersama Seluruh Warga Gepsultra Memperkokoh NKRI Yang Demokratis, Adil dan Sejahtera Bagi Semua Ciptaan Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.” Diskusi tersebut tidak hanya menjadi forum pengambilan keputusan, tetapi juga sebagai refleksi untuk menyelaraskan visi pelayanan gereja dengan kebutuhan jemaat dan masyarakat. Pj. Bupati Bombana menekankan bahwa peran gereja selama ini telah sangat berkontribusi dalam pembangunan sosial-ekonomi dan pemeliharaan kerukunan antarumat beragama, yang menjadi modal berharga bagi pembangunan daerah.
Rapat berlangsung dengan suasana kekeluargaan yang kental, dimana para pemimpin gereja dan pejabat daerah berbagi pandangan mengenai pentingnya pemberdayaan umat di tengah era globalisasi yang kompleks. Dalam sesi tersebut, Pj. Bupati menjelaskan bahwa pembangunan daerah merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas keagamaan. Menurutnya, kemajemukan agama, suku, etnis, serta budaya yang hidup harmonis di Kabupaten Bombana merupakan aset besar yang harus terus dijaga untuk mencapai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain itu, Pj. Bupati juga menyampaikan dukungan penuh terhadap program-program Gepsultra yang berfokus pada penguatan spiritual dan sosial. Ia berharap kegiatan-kegiatan yang digelar dapat meningkatkan kesejahteraan umat dan mendorong sinergi antara gereja dan pemerintah untuk mewujudkan visi bersama dalam pembangunan daerah. Kegiatan rapat ini diakhiri dengan pembentukan komitmen bersama antara gereja dan pemerintah serta penyerahan bantuan tunai sebesar 150 juta rupiah untuk pembangunan Gereja Jemaat Tondowatu Kasipute sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pengembangan sarana ibadah dan pelayanan rohani.
“Kami mengapresiasi peran gereja sebagai mitra strategis dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, toleran, dan damai. Partisipasi aktif gereja dalam pembangunan sosial-ekonomi dan pemeliharaan kerukunan antarumat beragama adalah fondasi penting bagi kemajuan daerah,” ungkap Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si.

“Saya yakin bahwa rapat Majelis Sinode IV ini tidak hanya menjadi forum pengambilan keputusan, tetapi juga refleksi untuk menyelaraskan visi pelayanan dengan kebutuhan jemaat serta memperkuat misi gereja dalam pemberdayaan masyarakat di tengah tantangan global,” tambahnya.
Sebagai ekor berita, rapat ini menegaskan komitmen sinergis antara gereja dan pemerintah dalam membangun daerah yang inklusif dan berdaya saing tinggi. Penyerahan bantuan tunai sebesar 150 juta rupiah menjadi simbol nyata dukungan pemerintah bagi pengembangan sarana ibadah dan pelayanan rohani yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan kolaborasi erat antara semua elemen, diharapkan nilai-nilai toleransi, keadilan, dan kemakmuran akan semakin terpadu, sekaligus mendukung terciptanya NKRI yang demokratis dan sejahtera. Inisiatif bersama ini mencerminkan tekad untuk menjadikan keragaman sebagai kekuatan dalam menghadapi era globalisasi, serta menegaskan peran strategis gereja dalam proses pembangunan daerah.









