oleh

Tidak Konstitusional Ajakan People Power Ditolak Sejumlah Tokoh Agama di Bombana

-Head Line-1942views

RUMBIA, HarapanSultra.com – Seruan penolakan terhadap gerakan People Power yang diduga akan terjadi pasca pengumuman hasil Pemilu 22 Mei 2019 mendatang terjadi diberbagai daerah, tidak ketinggalan daerah Kabupaten Bombana. Hal itu disuarakan melalui tokoh agama, masyarakat dan pemuda diwilayah itu, karena dianggab Non konstitusional dengan aturan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Seperti halnya yang disampaikan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bombana, kepada Media ini, Selasa (14 /5/2019). Dirinya menolak keras ajakan People Power tersebut.

“Saya menolak dengan keras ajakan dari siapapun yang terkait dengan People Power, ” ujar Drs Sahabuddin.

Kiyai MUI itu juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kesatuan bangsa, serta menuggu keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI tentang hasil Pemilu 2019 yang akan diumumkan.

Hal senada juga dilontarkan imam Masjid Raya Kasipute, Drs. Arfani.Dirinya menolak keras ajakan Tersebut

“Kami tokoh agama di Bombana sudah mendengar akan adanya rencana itu. Tapi kami disini menegaskan tidak akan pernah mengikuti ajakan yang melawan norma agama karena tentunya mengarah keranah radikal atau melawan hukum,” ungkapnya.

Ia juga mengharapkan agar masyarakat di daerah tidak terpengaruh dengan ajakan yang dapat memecah kesatuan umat dan NKRI

Terpisah, Reaksi penolakan itu juga datang dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Bombana Dengan lantang mengatakan menolak keras ajakan untuk melakukan gerakan tersebut.

Menurutnya People Power tidak konstitusional dan dapat memecah persatuan antara sesama dan bahkan mengancam keutuhan NKRI.

“Kalaupun ada yang merasa tidak puas dengan hasil Pemilu 2019, jangan libatkan Ormas, silahkan tempuh jalur hukum,” ujar Firdaus.

Lebih lanjut hal serupa juga diungkapkan Pendeta Israi di Gereja Taubonto, Kecamatan Rarowatu. Ia mengatakan, pihaknya telah mengetahui adanya rencana pergerakan mobilisasi massa bagi salah satu calon presiden di pemilu tahun 2019.

Sehingga, sejak awal dirinya telah menekankan ke seluruh jemaat kristiani di wilayah Taubonto dan sekitarnya untuk menolak pergerakan yang menjurus pada kepentingan pihak tertentu.

” Terus terang saja kami sudah mengetahui informasi itu, namun kami tegaskan sepenuhnya bahwa kami menolak untuk ikut-ikutan dalam rencana pergerakan itu, karena sangat bertentangan dengan nilai-nilai hukum di Negara kita. Ini pula akan memicu konflik sosial hingga menodai nilai keagamaan,” pungkas Agustinus.

Laporan: Refli

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA