oleh

Tuding Partai Golkar Telah Terima Mahar Politik di Pilkada Muna, Hamid Bawasid Bakal Disomasi

MUNA, HarapanSultra.Com | Partai Golongan Karya (Golkar) mulai dihempas isu tak sedap yang dilontarkan Laode Hamid  Bawasid. S.Sos. M.Si melalui salah satu media ciber, (11/2/2020) lalu, melalui media tersebut, ia menilai bahwa Bakal Calon Bupati Muna Petahana  LM Rusman Emba (RE) bakal semakin sulit mendapatkan Partai Pengusung.

Alumni Pascarasajana Unhalu itu mencontohkan Partai Golkar. walaupun partai itu Sultra digawangi oleh Ridwan Bae yang tak lain paman dari RE. namun hingga saat ini Tidak ada kepastian Golkar mengusung RE, terlebih menurutnya jika patokannya sebagai kemenakannya Ridwan Bae.

Lalu jika berbicara mahar politik yang telah diserahkan RE ke Golkar, menurutnya sebagaimana dikutip dari media itu, jumlahnya ada yang mengalahkannya.

“Jadi tak ada titik poin yang menjadi petunjuk Golkar akan mengsung RE. Demikian pula Partai Demokrat, yang kini hanya dua nama yang menguat di internal DPP Partai Demokrat, yaitu SU dan RT. Fakta ini semakin jelas, RE harus siap gunakan KTP untuk tampil lewat jalur independent, ini sama mulianya jika diusung partai politik,” Terang hamid sebagaimana dilansir Lafalmuna.com

Menganngapi pernyataan Hamid, Ketua DPD II Golkar Muna, Muhamad Natsir Ido saat di hubungi via telpon oleh media harapansultra.com selasa (11/2/2020) mengaku tidak mengenal Hamid sama sekali.

Wakil Ketua DPRD Muna itu sangat kaget ketika mendengar Hamid membuat pernyataan di salah satu media Online yang menyebut Partai Golkar telah menerima mahar politik dari Balon Bupati Muna untuk mendapatkan dukungan pada  pilkada serentak tahun 2020 ini.

” Pernyataan itu sangat tidak mendasar dan sudah mencemarkan nama baik partai. Berhubung saya tidak kenal Dia (Hamid) itu, maka saya akan somasi media tempat pernyataannya,” Tegas Nasir.

Sementara itu La Ode Aca, Ketua Kaderisasi DPD I Golkar Sultra pada saat di hubungi via telpon selasa (11/2/2020) mengatakan bahwa statement Hamid itu dianggap sebagai bentuk pencemaran nama baik dan pelecahan terhadap partai. Oleh karenanya, Aca meminta Hamid untuk mempertanggungjawabkan perkataanya itu.

” Kami beri waktu dia (Hamid) untuk melakukan klarifikasi 1 x 24 jam, kalau dia tidak bisa buktikan, kita akan tempuh jalur hukum. Ini sudah bentuk pelecehan terhadap partai,” tegas Aca.

Hingga berita ini dirilis, Hamid Bawasid belum terkonfirmasi.

Pewarta : Borju

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA