oleh

Tumpahan Minyak Kapal Tangker “PT. Gebari Medan Segara” Cemari Lingkungan, Kadis DLH Busel : Pemkab Fasilitasi Tuntutan Masyarakat ke Perusahaan

Batauga, HarapanSultra.COM | Salah satu Kapal Minyak (Kapal Tangker) yang terdampar di Perairan Laut sekitar Desa Lampanairi dan Desa Majapahit Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan pada akhir Bulan Desember 2019 lalu, membawa dampak Negatif bagi Masyarakat dan Lingkungan.

Adapun dampak yang timbul akibat tumpahan minyak dari kapal yang belakangan diketahui milik PT. Gebari Medan Segara itu, adalah adanya kerusakan lingkungan dan munculnya beberapa penyakit yang menyerang ratusan warga di Kedua Desa tersebut.

Laode Syaripuddin, Kepala Desa Lampanairi Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, menuturkan bahwa dengan terdamparnya kapal Tangker itu, Pihaknya dan Masyarakat mengalami kerugian baik dari sisi Lingkungan maupun kerugian dari segi kesehatan berupa timbulnya penyakit yang diderita oleh Masyarakat sekitar.

” Kerugian dari sisi lingkungan, adalah rusaknya terumbu karang dan biota laut lainya sehingga menyebabkan ikan menjadi punah,” Tutur Laode Syaripuddin

Kepala Desa yang memiliki visi menjadikan Desa Lampanairi sebagai Desa Wisata itu mengungkapkan bahwa sebagian besar masyarakat sekitar mengeluhkan sakit Kepala, Flu dan Mabuk akibat mengkonsumsi ikan yang ditangkap pada area tumpahan minyak serta akibat menghirup udara yang tidak segar akibat bau Minyak yang tertumpah.

” Akibat menghirup udara yang tidak segar karena bau Minyak yang tertumpah itu sehingga menyebabkan banyak warga harus dirawat di Rumah sakit Umum Daerah Buton Selatan ,“ bebernya

Ditemui di Kantor Bupati Buton Selatan, Jumat, (10/1/2020), Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Untung, S.Sos membenarkan jika ada Kapal yang terdampar di perairan sekitar Desa Lampanairi dan Majapahit pada akhir Tahun 2019 lalu.

Atas kejadian itu lanjut untung menyebabkan Masyarakat melakukan aksi menuntut Pihak Pemerintah Kabupaten untuk memfasilitasi terkait tanggung jawab Perusahaan atas kerugian tersebut.

Menindak lanjuti dan merespon tuntutan masyarakat yang terkena dampak, maka Pemerintah Kabupaten Buton Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buton Selatan telah melakukan fasilitasi melalui Penanganan Pelanggaran Hukum pada Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia,

Mantan Sekertaris Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Desa pada Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Desa Kabupaten Buton Selatan itu mengungkapkan bahwa pada tanggal 14 Januari 2020 bertempat di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup Jakarta, bakal dilakukan pertemuan antara Pihak Perusahaan PT. Gebari Medan Segara dengan Pihak Wakil dari masyarakat bersama Dinas Lingkungan Hidup.

“Inshaa Allah pada tanggal 14 Januari di Jakarta akan ada pertemuan antara Pihak Perusahaan PT. Gebari Medan Segara dengan Pihak Wakil dari masyarakat bersama Dinas Lingkungan Hidup dalam rangka Penyampaian Tuntutan kompenisasi dari Pihak Masyarakat yakni tuntutan atas kerusakan lingkungan dan tuntutan atas dampak penyakit yang diderita oleh Masyarakat atas tumpahan minyak milik Perusahaan,“ Bebernya

Ditanya mengenai besaran kerugian akibat kerusakan lingkungan dan kompensasi untuk masyarakat, Untung menjelaskan bahwa besaran tuntutan biaya kerugian atas kerusakan lingkungan belum diketahui karena ada Tim Ahli yang akan memaparkan pada saat rapat di Jakarta, Namun berdasarkan hitungan untuk kompensasi Masyarakat ditaksir senilai 3,5 Miliar rupiah.

Pewarta : Abady Makmur

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA