
Bombana, Harapansultra.COM | — Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bombana melakukan operasi penyelamatan dengan mengevakuasi sarang tawon yang ditemukan di rumah seorang warga di Desa Lantowua, Kecamatan Rarowatu Utara. Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah potensi bahaya bagi penghuni rumah dan masyarakat sekitar setelah petugas menerima laporan dari warga terkait keberadaan sarang tawon di dalam rumah, Kamis malam (23/04/2026).
Operasi penyelamatan tersebut dipimpin langsung Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Bombana, Waridin, bersama enam personel Damkar lainnya. Tim bergerak menuju lokasi sesaat setelah menerima laporan dari warga sekitar pukul 18.30 WITA.
Menurut laporan warga, keberadaan sarang tawon di bagian rumah mulai menimbulkan kekhawatiran karena dikhawatirkan dapat membahayakan penghuni rumah, terutama anak-anak dan warga yang berada di sekitar lokasi. Meski ukuran sarang tergolong kecil, proses penanganan tetap membutuhkan prosedur khusus untuk menghindari risiko sengatan tawon yang dapat membahayakan petugas maupun masyarakat.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan identifikasi titik sarang tawon yang berada di bagian rumah dengan posisi cukup sulit dijangkau. Untuk mencapai lokasi tersebut, tim Damkar harus menggunakan tangga serta perlengkapan keselamatan lengkap selama proses evakuasi berlangsung.
Seluruh personel yang terlibat dalam operasi itu menggunakan alat pelindung diri (APD), termasuk pakaian tebal yang menutupi seluruh tubuh hingga bagian wajah. Langkah tersebut dilakukan guna meminimalkan risiko sengatan tawon saat proses evakuasi dilakukan.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Bombana, Waridin, mengatakan pihaknya segera merespons laporan masyarakat begitu informasi diterima melalui sambungan telepon.
“Anggota kami menerima laporan melalui telepon dari warga Desa Lantowua, Kecamatan Rarowatu Utara, sekitar pukul 18.30 WITA terkait adanya sarang tawon di dalam rumah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meskipun ukuran sarang tidak terlalu besar, penanganan tetap harus dilakukan secara hati-hati karena tawon dapat menyerang secara tiba-tiba apabila merasa terganggu.
“Keselamatan warga dan petugas menjadi prioritas utama. Karena itu, setiap proses evakuasi harus mengikuti prosedur dan menggunakan perlengkapan pelindung lengkap,” katanya.
Proses evakuasi berlangsung sekitar 10 menit dan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Petugas berhasil mengamankan sarang tawon tanpa menimbulkan insiden maupun korban sengatan selama operasi berlangsung.
Warga sekitar yang menyaksikan proses evakuasi tampak lega setelah sarang tawon berhasil dipindahkan dari dalam rumah. Kehadiran petugas Damkar pada malam hari juga mendapat apresiasi masyarakat karena dinilai cepat tanggap dalam merespons laporan warga.
Peristiwa tersebut kembali menunjukkan bahwa tugas petugas pemadam kebakaran tidak hanya berkaitan dengan penanganan kebakaran, tetapi juga mencakup berbagai operasi penyelamatan dan penanganan situasi berbahaya lainnya di tengah masyarakat.
Dalam beberapa tahun terakhir, petugas Damkar di berbagai daerah memang semakin sering terlibat dalam penanganan evakuasi hewan berbahaya seperti tawon, ular, dan hewan liar lainnya yang masuk ke permukiman warga. Respons cepat terhadap laporan masyarakat dinilai penting untuk mencegah potensi risiko yang lebih besar.
Di Kabupaten Bombana, Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai kondisi darurat non-kebakaran. Selain kesiapan sumber daya manusia, penggunaan alat pelindung diri dan perlengkapan pendukung juga menjadi perhatian utama dalam setiap operasi lapangan.
Waridin mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangani sendiri sarang tawon maupun hewan berbahaya lainnya tanpa pengetahuan dan perlengkapan yang memadai. Ia meminta warga segera menghubungi petugas apabila menemukan situasi serupa di lingkungan sekitar.
“Kalau menemukan sarang tawon atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan, sebaiknya segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani dengan aman dan tepat,” tuturnya.
Dengan keberhasilan operasi tersebut, masyarakat Desa Lantowua kini dapat kembali merasa aman dan nyaman di lingkungan tempat tinggal mereka. Kehadiran Damkar sebagai garda terdepan pelayanan darurat diharapkan terus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam berbagai situasi.









