Muna, Harapan Sultra.COM | Walau tersisa kurang dari sebulan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROP) XIII yang bakal digelar di Kabuaten Kolaka Desember 2018 mendatang, namun panitia Porprov Kabupaten Muna dinilai tidak serius dalam mempersiapkan keikut sertaan Kabupaten Muna di ajang tersebut.

Keluhan itu datang salah satunya dari cabang olahraga angkat berat yang bernaung di bawah organisasi Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Kabupaten Muna, melalui ketuanya Yafruddin Yaddi menilai dengan tidak seriusnya pihak panitia menggambarkan bahwa keikutsertaan Kabupaten Muna diajang bergengsi ini hanya turut meramaikan saja.

“Pertama, jadwal Training Centre (TC) saja sudah berubah, awalnya ditetapkan tanggal 23 Oktober namun satu dan lain hal oleh panitia mengundur hingga tanggal 25 Oktober dan anehnya lagi setelah tanggal 25 oktober pengurus cabor yang hendak mengambil dana TC tersebut lagi-lagi oleh panitia katakan nanti tanggal 26 baru dicairkan” Ungkap Yafruddin

Dan ditanggal 26 oktober sebagaimana yang dijanjikan lanjut Yafruddin juga belum ada bayangan untuk pencairan dana tersebut, karena informasi dari panitia bahwa mereka lagi sibuk mengurus untuk persiapan pengukuhan atlit oleh bupati muna.

“Oke kita maklumi, namun hari ini tanggal 27  lagi lagi oleh panitia membuat pernyataan tertulis yang dibagikan di group WA cabor bahwa dana TC belum bisa diterima hari ini sehubungan dengan panitia lagi sibuk dan dijanji nanti tanggal 28 oktober besok” Urainya

Berbelitnya urusan pencairan dana TC tersebut sehingga ia menilai Panitia tidak serius mempersiapkan keikut sertaan kabupaten muna di ajang itu.

“Bayangkan untuk mengambil dana TC saja sudah dipimpong kaya begini, apalagi kalau mau mengambil bonus nantinya.” keluhnya

Bukan itu saja disamping soal lamanya proses pencairan juga menurut rencana dana tersebut pembayarannya bertahap atau dipanjar dan tidak sekaligus diberikan.

“Sudah sedikit hanya Rp. 40.000 perhari diberikan perorang, mau dipanjar lima hari saja yakni Rp 200.000 perorangnnya, kan kasihan juga para atlit sama saja dianggap anak sekolahan,” tegasnya.

Jika Panitia beralibi bahwa tidak dana cash dan tidak cukup tersedia dana buat itu, maka sebaiknya panitia dapat membangun komunikasi bersama masing masing cabor.

“Kan sangat baik kalau panitia kumpul pengurus cabor dan bilang bahwa dana hanya sekian yang cair, dana mungkin hanya sekian dulu yang diterima, itu pasti dapat dimaklumi tetapi ini tiba tiba mau diberikan dana TC tapi baru mau dipanjar itu pun hanya Rp 200 ribu,” kesalnya.

Pria dengan sapaan akrab Bang Yaf itu menyarankan kepada panitai Porprop agar dana TC diberikan sesuai dengan jumlah harinya, hal itu bisa lebih baik bagi atlit.

“Kalau TC berjalan selama sebulan, perharinya Rp 40.000  ya berarti yang harus diterima Rp 1,2 juta. Saya kira tidak ada salahnya kalau langsung diberikan Rp 1,2 juta itu ketimbang dicicil Rp 200 ribu persekali terima, karena dengan yang sebeasar Rp 1,2 juta, para atlit ini sudah dapat memilah milah apa yang harus dibelanjakan dengan uang tersebut. Maaf ini hanya saran dan kalau mau diterima juga bagus tidak diterima juga tidak apa apa,” Pungkasnyanya (Borju)