
Bombana, Harapansultra.COM | – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bombana kembali menggelar operasi penertiban hewan ternak yang berkeliaran di jalan raya dan fasilitas umum sebagai langkah menjaga ketertiban, keselamatan pengguna jalan, serta melindungi lahan pertanian masyarakat. Operasi tersebut dipimpin langsung Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah (PPUD), Drs. Andi Maparenang, M.Pd, dan menyasar sejumlah titik rawan ternak liar di wilayah ibu kota Kabupaten Bombana, Rabu (15/04/2026).
Operasi penertiban dilakukan menyusul masih maraknya ternak, khususnya sapi, yang dibiarkan berkeliaran maupun diikat di pinggir jalan raya. Kondisi itu dinilai membahayakan pengguna jalan dan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari.
Selain mengganggu arus lalu lintas, keberadaan ternak liar juga kerap dikeluhkan masyarakat karena merusak tanaman pertanian dan memicu konflik antarwarga. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bombana terus melakukan penertiban secara berkala.
Kegiatan operasi difokuskan pada sejumlah lokasi yang selama ini dianggap rawan ternak berkeliaran, di antaranya kawasan Tugu Munajah, Sarana Olahraga, Jalan menuju Kantor DPRD Bombana, hingga sepanjang jalan di Kelurahan Poea.
Petugas Satpol PP turun langsung menyisir kawasan tersebut untuk memastikan tidak ada ternak yang berkeliaran maupun diikat di area yang dapat membahayakan masyarakat.

Kepala Bidang PPUD Satpol PP Bombana, Drs. Andi Maparenang, M.Pd, mengimbau para peternak agar lebih bertanggung jawab dalam memelihara hewan ternaknya dan tidak mengikat ternak di pinggir jalan raya.
“Kami mengimbau para pemilik ternak agar tidak mengikat atau melepasliarkan ternaknya di pinggir jalan karena sangat membahayakan pengguna jalan dan mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penertiban ternak bukan semata menjadi tugas Satpol PP, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, hingga masyarakat sebagai pemilik ternak.
Menurutnya, keberhasilan penanganan ternak liar hanya dapat dicapai apabila ada kesadaran bersama untuk mematuhi aturan dan menjaga ketertiban lingkungan.
“Penertiban ternak bukan hanya menjadi tanggung jawab Satpol PP, tetapi juga melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten, dan masyarakat. Kami berharap para pemilik ternak lebih bertanggung jawab dengan menjaga dan mengandangkan ternaknya, bukan hanya saat ada operasi penertiban,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk saling menghargai antara petani dan peternak demi menjaga kenyamanan bersama. Menurutnya, ketertiban di jalan raya merupakan hak seluruh masyarakat yang harus dijaga bersama.
“Mari kita saling menghargai sesama petani dan peternak serta menciptakan ketertiban di jalan dan menghargai hak-hak pengguna jalan lainnya,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bombana menilai persoalan ternak liar tidak hanya berkaitan dengan ketertiban umum, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat. Karena itu, operasi penertiban dipastikan akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
Selain melakukan operasi lapangan, Satpol PP juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk memperkuat pengawasan terhadap ternak yang dilepasliarkan. Pendekatan persuasif dan pembinaan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya penanganan masalah tersebut.
Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat lebih proaktif mengawasi hewan ternaknya masing-masing agar tidak berkeliaran di fasilitas umum maupun jalan raya. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
Keberadaan ternak liar di jalan raya selama ini menjadi salah satu persoalan yang cukup meresahkan warga di Kabupaten Bombana. Tidak sedikit kecelakaan lalu lintas maupun kerugian petani yang diduga dipicu oleh ternak yang dibiarkan bebas tanpa pengawasan.
Karena itu, langkah penertiban yang dilakukan Satpol PP mendapat dukungan dari masyarakat yang berharap jalan raya dan fasilitas umum dapat kembali aman dan nyaman digunakan.
Pemerintah Kabupaten Bombana juga menegaskan komitmennya untuk terus menegakkan peraturan daerah demi menciptakan ketenteraman dan kenyamanan masyarakat. Penertiban ternak menjadi salah satu bentuk nyata upaya pemerintah dalam menjaga ketertiban umum sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Melalui operasi rutin dan kerja sama semua pihak, pemerintah berharap stigma negatif terkait banyaknya ternak berkeliaran di jalan-jalan wilayah Bombana dapat perlahan dihilangkan.









