
Bombana, Harapansultra.COM | – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bombana menggelar operasi penertiban hewan ternak yang berkeliaran di jalan raya dan fasilitas umum sebagai langkah menjaga ketertiban serta keselamatan masyarakat. Operasi tersebut dilakukan menyusul meningkatnya laporan warga terkait ternak liar yang mengganggu pengguna jalan, merusak lahan pertanian, hingga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas dan konflik sosial di lingkungan masyarakat. Penertiban dilakukan di sejumlah wilayah Kabupaten Bombana, Rabu malam (16/04/2026).
Dalam operasi tersebut, personel Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bombana turun langsung melakukan patroli dan penertiban terhadap hewan ternak yang dilepasliarkan oleh pemiliknya.
Masalah ternak liar selama ini menjadi salah satu persoalan yang kerap dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Bombana. Hewan ternak seperti sapi yang dibiarkan berkeliaran bebas di jalan raya maupun area permukiman dinilai mengganggu ketenteraman umum dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, ternak yang dilepasliarkan juga sering merusak kebun dan tanaman milik warga. Kondisi tersebut bahkan dinilai dapat memicu konflik sosial antarwarga jika tidak segera ditangani secara serius.
Menindaklanjuti banyaknya laporan masyarakat, Kepala Satpol PP Kabupaten Bombana kemudian menugaskan Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD) bersama anggota untuk melakukan operasi penertiban di lapangan.

“Selama ini kami banyak menerima laporan dan keluhan dari masyarakat terhadap hewan ternak lepas liar yang sudah sangat meresahkan, baik di jalan raya, area pemukiman penduduk, maupun di kebun warga. Kondisi ini juga berpotensi menjadi pemicu konflik sosial,” ujar salah seorang petugas Satpol PP saat operasi berlangsung.
Dalam kegiatan penertiban tersebut, petugas berhasil mengamankan seekor sapi yang ditemukan berkeliaran di wilayah Kelurahan Poea. Hewan ternak itu kemudian dibawa dan diamankan di Markas Komando Satpol PP Kabupaten Bombana untuk proses penanganan lebih lanjut.
Pemerintah daerah menilai penertiban ternak liar menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Karena itu, operasi serupa dipastikan akan terus dilakukan secara berkala di sejumlah titik yang dianggap rawan.
Kepala Satpol PP Kabupaten Bombana menegaskan bahwa penertiban ternak bukan semata-mata tindakan penangkapan hewan liar, tetapi juga bagian dari proses pembinaan dan pengawasan terhadap masyarakat pemilik ternak.
“Penertiban ternak bukan hanya dalam artian penangkapan semata, tetapi juga mencakup pembinaan, pengendalian, dan pengawasan agar masyarakat lebih bertanggung jawab dalam memelihara hewan ternaknya,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk ikut berkontribusi dalam menciptakan ketertiban umum, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat sebagai pemilik ternak.
Menurutnya, persoalan ternak liar tidak dapat diselesaikan hanya melalui operasi penertiban oleh aparat, tetapi membutuhkan kesadaran bersama dari masyarakat untuk mematuhi aturan yang berlaku.
Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Satpol PP turut mengimbau masyarakat agar memelihara ternaknya sesuai dengan ketentuan peraturan daerah. Pemilik ternak diminta tidak lagi melepasliarkan hewan peliharaan mereka di jalan raya maupun fasilitas umum demi menjaga keselamatan bersama.
Selain menjaga keamanan pengguna jalan, penertiban ternak juga dilakukan untuk menciptakan wajah daerah yang lebih tertib dan bersih. Pemerintah berharap tidak ada lagi stigma negatif yang melekat terhadap kondisi jalanan di Bombana akibat banyaknya ternak yang berkeliaran bebas.
“Mari kita bersama-sama menciptakan ketenteraman dan ketertiban umum serta menghilangkan stigma Bombana sebagai kandang ternak sepanjang jalan,” lanjutnya.
Masyarakat menyambut baik langkah penertiban tersebut karena dinilai dapat memberikan rasa aman, khususnya bagi pengguna jalan pada malam hari. Warga berharap operasi serupa dilakukan secara rutin dan disertai penegakan aturan yang lebih tegas terhadap pemilik ternak yang melanggar.
Pemerintah daerah juga menilai pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait tata cara pemeliharaan ternak yang baik dan aman. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, potensi kecelakaan maupun gangguan ketertiban akibat ternak liar diharapkan dapat ditekan secara bertahap.
Operasi penertiban ternak ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam menjaga ketenteraman umum sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.









